Karhutla Pegunungan Kawi Malang: Water Bombing Basahi Bukit Jabal, 1.538 Ha Terdampak
Helikopter daro BPBD Propinsi Jawa Timur selalu melaksanakan water Boombing -panca rp-
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Pegunungan Kawi, Kabupaten Malang, memasuki fase pendinginan dan pemantauan. Meski kobaran api utama dilaporkan tidak lagi terlihat, tim gabungan masih memburu kemungkinan bara yang tersisa di kawasan hutan.
Upaya pembasahan dari udara kembali dilakukan untuk memastikan titik-titik rawan tidak memunculkan api baru. Pada Rabu (23/9/2026), helikopter water bombing melakukan sekitar delapan kali penyiraman dengan sasaran salah satunya kawasan Bukit Jabal.
Pengambilan air untuk operasi tersebut dilakukan dari kawasan Oro-Oro Ombo. Penyiraman diarahkan untuk membasahi area yang berpotensi menyimpan bara, sementara petugas di darat melakukan observasi visual dan penyisiran di jalur yang dapat dijangkau.
Luas Area Terdampak Capai 1.538 Hektare
Data pendataan terbaru menunjukkan dampak karhutla Pegunungan Kawi mencapai sekitar 1.538 hektare. Luasan tersebut dihimpun dari dua pos lapang penanganan, yakni Pos Lapang Merkusi dan Pos Lapang Selorejo.
BACA JUGA:Karhutla Bumiaji Kota Batu Bakar 2,29 Hektare, Api Berhasil Dipadamkan sebelum Meluas
Area di Pos Lapang Merkusi mencapai sekitar 389 hektare, sedangkan Pos Lapang Selorejo sekitar 1.149 hektare. Wilayah terdampak mencakup kawasan Kabupaten Malang, dengan penanganan tetap dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan.
Karhutla juga menimbulkan dampak terhadap jaringan air warga. Sekitar 48 meter saluran pipanisasi air minum berukuran tiga inci di jalur Gunung Gentong terbakar sehingga aliran air menuju warga Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, sempat terganggu.
Api Berawal Dari Gunung Buthak
Rangkaian karhutla ini pertama kali diketahui pada 1 September 2026 di kawasan Gunung Buthak. Api sempat dinyatakan padam, tetapi kemudian kembali muncul setelah kawasan tersebut diterpa angin kencang.
Kondisi angin menjadi salah satu faktor yang membuat bara kembali berkembang menjadi titik api. Peristiwa tersebut kemudian meluas ke kawasan Pegunungan Kawi dan sejumlah titik lain di sekitarnya.
Administratur Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko sebelumnya menjelaskan bahwa beberapa kali lokasi kebakaran sempat dinyatakan padam. Namun, angin kencang membuat bara yang tersisa kembali memunculkan api.
BACA JUGA:Karhutla Gunung Butak-Kawi Tembus 1.050 Hektare, Api Meluas hingga Kabupaten Blitar
"Angin yang kencang mengakibatkan munculnya api. Sebab beberapa kali kita nyatakan padam namun kembali menjadi api," kata Kelik, Kamis (24/9/2026).
Sumber:


