Hadiah Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Dikabarkan Susut, Hak Siar Jadi Sorotan
Hadiah juara FIFA ASEAN Cup 2026 dikabarkan turun menjadi US$650 ribu. Kabar ini muncul di tengah persoalan pemasaran hak siar.-Ig pssi-Ig pssi
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Persiapan menuju FIFA ASEAN Cup 2026 diwarnai kabar mengenai perubahan hadiah bagi tim yang keluar sebagai juara. Nilai yang sebelumnya direncanakan mencapai 1 juta dolar AS disebut menyusut menjadi 650 ribu dolar AS atau sekitar Rp11,6 miliar.
Informasi tersebut muncul bersamaan dengan kabar mengenai seretnya pemasaran hak siar pertandingan. Nilai penawaran hak siar yang sebelumnya disebut mencapai 3 juta dolar AS kabarnya telah diturunkan menjadi 2 juta dolar AS.
Meski harga telah disesuaikan, minat dari calon pemegang hak siar disebut masih terbatas. Situasi tersebut kemudian dikaitkan dengan perubahan skema finansial turnamen.
Namun, angka hadiah terbaru itu belum mendapat konfirmasi resmi dari FIFA. Artinya, nominal 650 ribu dolar AS masih berstatus laporan dan belum bisa disebut sebagai ketetapan final.
Bonus Pertandingan Juga Disebut Hilang
Bukan hanya hadiah utama yang dikabarkan berubah. Skema bonus pertandingan juga disebut mengalami penyesuaian.
Bonus yang sebelumnya direncanakan diberikan berdasarkan hasil kemenangan maupun imbang dikabarkan tidak lagi masuk dalam skema penghargaan. Perubahan ini membuat paket hadiah yang diterima sang juara berpotensi berbeda dari rancangan awal.
Jika rencana tersebut benar-benar diterapkan, nilai hadiah utama akan berkurang 350 ribu dolar AS dibandingkan angka awal. Namun, belum ada keterangan resmi yang memastikan seluruh perubahan tersebut.
Karena itu, informasi mengenai hadiah maupun bonus masih perlu menunggu penjelasan dari FIFA sebagai penyelenggara.
Hak Siar Belum Mendapat Banyak Peminat
Persoalan lain berada di sisi komersial. Hak siar pertandingan disebut menjadi salah satu bagian yang sulit dipasarkan menjelang pelaksanaan kompetisi.
Harga awal yang dikabarkan mencapai 3 juta dolar AS kemudian diturunkan menjadi 2 juta dolar AS. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk membuka peluang lebih besar terhadap calon mitra penyiaran.
Kendati demikian, laporan yang beredar menyebut jumlah pihak yang berminat masih sedikit. Kondisi ini kemudian menjadi salah satu latar yang dikaitkan dengan perubahan nilai hadiah.
Belum ada penjelasan resmi FIFA yang secara terbuka menghubungkan persoalan hak siar dengan nominal hadiah tersebut. Karena itu, keduanya perlu diposisikan sebagai informasi yang masih berkembang.
Timnas Indonesia Mulai Bertanding 25 September
Sementara isu komersial menjadi perhatian, persaingan di lapangan segera dimulai. Sebanyak 14 negara ambil bagian dalam edisi perdana kompetisi tersebut yang terbagi ke dalam dua divisi.
Indonesia menjadi tuan rumah Division 1. Timnas Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Grup B diisi Vietnam, Pakistan, Thailand, serta Filipina.
Sumber: yt sepasi football indonesia


