Gus Baha: Rasulullah Rindu Orang yang Beriman Tanpa Pernah Melihat Beliau (1)
Ilustrasi KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dalam sebuah pengajian. -youtube--
KUDUS, DISWAYMALANG.ID–Gus Baha mengajak jamaah melihat keistimewaan ilmu dan iman dari sudut yang berbeda. Menurutnya, ada orang yang tidak pernah melihat Rasulullah saw tetapi tetap beriman dengan keyakinan yang kuat.
Justru kondisi itu menjadi sesuatu yang istimewa. Sebab, manusia tidak melihat langsung surga, neraka, Arsy, maupun Rasulullah saw. Namun iman tetap tumbuh melalui ilmu dan akal yang sehat.
Hal itu disampaikan Gus Baha dalam sebuah pengajian di Kudus, Jawa Tengah. Materi kajiannya cukup panjang dan menarik, Disway Malang menurunkannya dalam tulisan bersambung. Berikut ini seri 1.
Rasulullah Rindu Orang yang Belum Pernah Melihatnya
Gus Baha mengawali penjelasannya dengan sebuah hadis tentang kerinduan Rasulullah saw kepada orang-orang yang belum pernah bertemu beliau.
“Saya mau cerita, jadi ilmu itu lebih keren kita. Sehingga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah ngendikan, ‘Saya ini rindu sekali li ikhwani.’ Kata Nabi itu ikhwani.”
Para sahabat kemudian bertanya: “Alasna ikhwanaka ya Rasul, bukankah kita ini saudara kamu?”
Namun Rasulullah menjawab: “Tidak, antum ashabi, kamu itu sahabat saya.”
Para sahabat kemudian penasaran siapa yang dimaksud Rasulullah sebagai saudara atau ikhwan tersebut. “Siapa teman-teman kamu itu ya Rasulullah?”
Gus Baha melanjutkan jawaban Rasulullah: “Yaitu kaumun yang tidak melihat saya kemudian iman kepada saya.”
Menurut Gus Baha, posisi itu mirip dengan jamaah yang hadir di Kudus. “Jadi mereka seperti kita semua di Kudus ini enggak melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Tapi iman sama Nabi.”
Iman Manusia Bisa Membuat Malaikat Kagum
Gus Baha kemudian menjelaskan mengapa iman manusia yang tidak melihat Rasulullah bisa menjadi sesuatu yang istimewa.
Malaikat, menurut penjelasan Gus Baha, memiliki pengalaman yang berbeda karena mereka menyaksikan perkara-perkara gaib yang tidak disaksikan manusia.
“Allah bangga dengan malaikatnya, membanggakan kita. Sampai malaikat itu sentimen, ‘Kok bisa ya Allah?’”
Kemudian seolah-olah Allah menjawab: “Ya karena tadi, kamu iman sama saya wajar karena kamu melihat surga, melihat neraka, melihat Arsy.”
Sumber: youtube sabilun najah


