Prof Putu Hadi Setyarini Dikukuhkan Guru Besar FTUB, Kenalkan Kerangka COAT360
Prof. Putu Hadi Setyarini Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Bawa Kerangka COAT360 untuk Masa Depan Rekayasa Material--Universitas Brawijaya Malang
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID--Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) kembali menambah jajaran profesor aktif. Prof Dr Ir Putu Hadi Setyarini ST MT dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pelapisan dan Karakterisasi Material.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik Prof Putu Hadi sekaligus memperkuat kiprah FTUB dalam pengembangan ilmu dan teknologi material fungsional.
Prof Putu Hadi tercatat sebagai profesor ke-37 di Fakultas Teknik, profesor aktif ke-259 di Universitas Brawijaya, serta profesor ke-457 yang telah dihasilkan UB.
Kenalkan Kerangka COAT360
Dalam pidato pengukuhannya, Selasa (22/9/2026), Prof Putu Hadi memperkenalkan COAT360. Kerangka kerja integratif ini dirancang untuk menghubungkan tahapan rekayasa pelapisan, karakterisasi permukaan, ketahanan hingga kinerja material fungsional dalam satu siklus yang terstruktur.
COAT360 dikembangkan untuk memberikan pendekatan yang lebih sistematis dalam memahami hubungan antara proses pembuatan material dengan fungsi akhir yang diharapkan.
Menurut Prof Putu Hadi, kerangka tersebut juga menjadi respons terhadap pengembangan teknologi material yang selama ini kerap mengandalkan metode trial and error dengan data yang terpisah-pisah.
Dalam COAT360, kondisi permukaan dan antarmuka ditempatkan sebagai penghubung antara proses pembuatan dan fungsi akhir material.
“COAT360 menempatkan kondisi permukaan dan antarmuka sebagai jembatan utama yang menghubungkan proses pembuatan dengan fungsi akhir material, sehingga data keberhasilan maupun kegagalan dapat menjadi umpan balik untuk memperbaiki desain material berikutnya,” ujar Prof Putu Hadi.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat proses rekayasa material menjadi lebih terukur, terlacak dan berbasis bukti.
Enam Rantai Bukti untuk Kualitas Material
Secara operasional, COAT360 menggunakan enam rantai bukti minimum untuk memastikan kualitas material.
Rangkaian tersebut mencakup pemeriksaan kondisi awal sebelum pelapisan, keseragaman pembentukan lapisan, perubahan struktur penyusun, daya lekat antarmuka, ketahanan terhadap lingkungan hingga evaluasi fungsi akhir.
Dengan pendekatan itu, data karakterisasi tidak hanya menjadi angka hasil pengujian. Data tersebut digunakan untuk menjelaskan hubungan sebab-akibat yang menjadi dasar pengambilan keputusan dalam rekayasa material.
Sumber:


