Hari Bebas Mobil Sedunia 22 September: Sejarah, Tema 2026, dan Rasio Jalan-Mobil di Malang Raya
Hari Bebas Mobil Sedunia diperingati setiap tanggal 22 September. -istock--
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Setiap 22 September, perhatian dunia diarahkan pada satu pertanyaan sederhana: seperti apa kota jika masyarakat tidak selalu bergantung pada mobil?
Pertanyaan tersebut menjadi inti Hari Bebas Mobil Sedunia atau World Car-Free Day. Peringatan ini bukan sekadar ajakan meninggalkan mobil selama sehari, melainkan momentum untuk melihat kembali bagaimana ruang kota digunakan, bagaimana masyarakat bergerak dan seberapa besar pilihan transportasi selain kendaraan pribadi tersedia.
Di Malang Raya, isu tersebut terasa semakin relevan. Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu memiliki karakter wilayah berbeda, tetapi sama-sama menghadapi tantangan mobilitas akibat pertumbuhan kendaraan dan aktivitas masyarakat.
Sejarah Hari Bebas Mobil Sedunia
Gagasan membatasi penggunaan kendaraan bermotor sebenarnya bukan fenomena baru. Kegiatan bebas mobil telah muncul sejak krisis minyak pada 1970-an.
Pada awal 1990-an, sejumlah kota di Eropa kembali menggelar kegiatan serupa. Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi gerakan yang lebih terorganisasi.
Pada 1999, Eropa menyelenggarakan hari bebas mobil internasional sebagai proyek percontohan kampanye "In Town Without My Car". Setahun kemudian, pada 2000, Car Busters yang kemudian menjadi cikal bakal World Carfree Network mengeluarkan seruan terbuka untuk penyelenggaraan World Carfree Day pada 22 September.
Sejak itu, 22 September menjadi tanggal yang identik dengan gerakan mengurangi dominasi kendaraan bermotor di ruang perkotaan.
Bukan Sekadar Melarang Mobil
Tujuan utama Hari Bebas Mobil Sedunia bukan semata-mata membuat jalan kosong dari mobil.
Gerakan ini mendorong masyarakat dan pemerintah melihat kembali pilihan mobilitas. Jalan dapat digunakan untuk berjalan kaki, bersepeda, transportasi publik maupun berbagai aktivitas masyarakat.
Pengurangan kendaraan bermotor juga berkaitan dengan upaya menekan emisi, kebisingan dan polusi udara. Pada saat bersamaan, momentum ini digunakan untuk menguji apakah masyarakat memiliki alternatif transportasi yang nyaman, aman, terjangkau dan mudah diakses.
Karena itu, konsep bebas mobil lebih tepat dipahami sebagai ajakan memperluas pilihan mobilitas daripada sekadar menghilangkan kendaraan pribadi.
Tema 2026: Mobility for Everyone
Sumber: diolah dari berbagai sumber


