2 tahun Disway Malang

International NFT Day 2026 20 September: Ini Arti, Sejarah, dan Makna Hari NFT

International NFT Day 2026 20 September: Ini Arti, Sejarah, dan Makna Hari NFT

International NFT Day atau Hari NFT Internasional diperingati setiap 20 September. -Ilustrasi: AI--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–International NFT Day atau Hari NFT Internasional diperingati setiap 20 September. Peringatan ini menjadi momentum untuk merayakan perkembangan Non-Fungible Token atau NFT sekaligus mengapresiasi kreator dan kolektor aset digital di berbagai negara.

Secara sederhana, NFT adalah token digital unik yang tercatat pada teknologi blockchain. NFT dapat digunakan untuk merepresentasikan berbagai aset digital, seperti karya seni, koleksi digital, item gim, hingga bentuk aset digital lainnya.

Karena memiliki identitas tersendiri, NFT berbeda dengan aset digital yang dapat dipertukarkan secara identik. Teknologi blockchain memungkinkan riwayat transaksi dan kepemilikan token dicatat dalam jaringan yang dapat diverifikasi.

Apa Arti International NFT Day?

International NFT Day berarti Hari NFT Internasional. Peringatan ini menjadi bagian dari perkembangan komunitas NFT yang mempertemukan seniman digital, kreator, kolektor, pengembang teknologi dan pengguna aset berbasis blockchain.

Tanggal 20 September dipilih sebagai momentum untuk mengenang tonggak penting dalam sejarah perkembangan NFT dan standar teknologi yang kemudian menjadi fondasi ekosistem token non-fungible.

Bagi komunitas digital, peringatan ini bukan sekadar perayaan teknologi. International NFT Day juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali bagaimana blockchain berkembang menjadi teknologi yang digunakan untuk mencatat identitas dan transaksi aset digital.

Merayakan Kreator Digital

Salah satu makna International NFT Day adalah memberikan perhatian kepada para kreator yang menghasilkan karya digital.

NFT membuka salah satu mekanisme bagi kreator untuk menerbitkan dan mendistribusikan karya dalam bentuk token. Karya yang dikaitkan dengan NFT kemudian dapat diperjualbelikan melalui berbagai platform berbasis blockchain.

Perkembangan tersebut ikut membuka ruang baru bagi seniman digital, ilustrator, fotografer, desainer dan kreator lainnya untuk membangun komunitas serta model bisnis berbasis aset digital.

Namun, NFT tidak otomatis mengubah aturan mengenai hak cipta sebuah karya. Kepemilikan token dan kepemilikan hak cipta merupakan dua hal yang dapat berbeda.

Memahami Kepemilikan Aset Digital

International NFT Day juga dapat menjadi momentum edukasi mengenai konsep kepemilikan digital.

Pada NFT, identitas token dan transaksi dapat dicatat di blockchain. Catatan tersebut memungkinkan pengguna memeriksa riwayat transaksi sesuai dengan data yang tersedia pada jaringan.

Hal ini menjadi salah satu alasan NFT menarik perhatian ketika teknologi blockchain berkembang. Konsep tersebut memungkinkan sebuah token digital mempunyai identitas unik dan dapat dilacak dari satu pemilik ke pemilik berikutnya.

Meski demikian, pengguna tetap perlu memahami ketentuan setiap proyek. Tidak semua NFT memberikan hak yang sama kepada pemegangnya, terutama terkait penggunaan, reproduksi dan komersialisasi karya.

Sejarah NFT dan ERC-721

Sumber: diolah dari berbagai sumber