2 tahun Disway Malang

Hari Bersih-Bersih Sedunia 20 September: 1 Miliar Porsi Makanan Terbuang Setiap Hari

Hari Bersih-Bersih Sedunia 20 September: 1 Miliar Porsi Makanan Terbuang Setiap Hari

World Cleanup Day atau Hari Bersih-Bersih Sedunia 2026 diperingati hari ini, Minggu 20 September 2026. -Dionfest.com--

MALANG, DISWAYMALANG.IDWorld Cleanup Day 2026 diperingati hari ini, Minggu 20 September 2026. Peringatan global tersebut tidak hanya mengajak masyarakat membersihkan lingkungan, tetapi juga menyoroti persoalan sampah sejak dari sumbernya.

Tahun ini, observansi global World Cleanup Day mengangkat tema “From Clean Plates to Clean Cities”. Fokusnya adalah pengurangan limbah makanan atau food waste, penguatan ekonomi sirkular serta pembangunan kota yang lebih berkelanjutan.

Tema tersebut membawa pesan bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan memungut sampah yang sudah berserakan. Perubahan juga perlu dimulai dari cara masyarakat memproduksi, membeli, menggunakan dan membuang makanan.

World Cleanup Day 20 September

Tanggal 20 September kini menjadi World Cleanup Day dalam kalender Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Penetapan tersebut dilakukan melalui Resolusi Majelis Umum PBB 78/122 pada 8 Desember 2023. Resolusi itu mengajak negara anggota, organisasi internasional, masyarakat sipil, sektor swasta dan akademisi memperingati World Cleanup Day melalui kegiatan bersih lingkungan dan peningkatan kesadaran mengenai pembangunan berkelanjutan.

World Cleanup Day 2026 merupakan penyelenggaraan global yang berlangsung pada Minggu, 20 September.

Gerakan ini telah berkembang menjadi aksi lingkungan yang melibatkan masyarakat di berbagai negara. Organisasi World Cleanup Day mencatat gerakan tersebut telah melibatkan lebih dari 139 juta orang di 212 negara dan wilayah dalam rangkaian aksi sebelumnya.

Limbah Makanan Jadi Sorotan

Fokus limbah makanan menjadi salah satu persoalan utama dalam World Cleanup Day 2026.

UN-Habitat menyebut lebih dari 1 miliar porsi makanan terbuang setiap hari di dunia. Pada saat yang sama, jutaan orang masih menghadapi kelaparan dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar.

Limbah makanan juga bukan sekadar persoalan makanan yang masuk ke tempat sampah. Makanan yang terbuang berarti sumber daya untuk menghasilkan makanan tersebut ikut terbuang, termasuk lahan, air, energi dan tenaga kerja.

Ketika limbah organik tidak dikelola dengan baik, sampah makanan juga dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca. UN-Habitat memperkirakan limbah makanan dan kehilangan makanan berkaitan dengan sekitar 8–10 persen emisi gas rumah kaca global.

Karena itu, pengurangan food waste menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Dari Piring ke Kota

Pesan “From Clean Plates to Clean Cities” menempatkan kebiasaan sehari-hari sebagai bagian dari persoalan pengelolaan sampah perkotaan.

Langkah yang dapat dilakukan antara lain mengurangi makanan yang terbuang, memilih dan membeli makanan sesuai kebutuhan, memanfaatkan kembali makanan yang masih layak, serta memilah sampah organik dan anorganik.

Sumber: unhabitat.org dan berbagai sumber lainnya