2 tahun Disway Malang

Mahasiswa UB Kembangkan Spray Kulit Kakao dan Pegagan untuk Atasi Jerawat Punggung

Mahasiswa UB Kembangkan Spray Kulit Kakao dan Pegagan untuk Atasi Jerawat Punggung

Mahasiswa UB Kembangkan sediaan semprot atau spray berbahan kombinasi ekstrak kulit kakao dan daun pegagan --

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID — Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan sediaan semprot atau spray berbahan kombinasi ekstrak kulit kakao dan daun pegagan untuk menangani mikroorganisme yang berkaitan dengan peradangan kulit pada area batang tubuh, seperti dada dan punggung.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE) oleh tim yang diketuai Fatla Sela Iracahyono dari Departemen Teknik Biosistem. Tim beranggotakan Khesya Olivia, Athaya Nur Febriliana, Kristin Angelia dari Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi angkatan 2025, serta Clara Zaaky dari Departemen Farmasi angkatan 2024.

BACA JUGA:Apatte62 UB Bidik Prestasi di KMHE 2026, Bawa Marsela EV dan Nogososro Diesel

Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Agustin Krisna Wardani, S.TP., M.Si., Ph.D.

Fatla mengatakan ide penelitian berangkat dari dua persoalan, yakni pemanfaatan kulit kakao yang belum optimal dan kebutuhan terhadap sediaan yang dapat diaplikasikan pada area kulit yang luas seperti punggung.

“Kalau jerawat di area punggung dan dada, seringkali ada keterlibatan jamur Malassezia furfur yang menyebabkan peradangan juga. Jadi kami ingin menciptakan formula yang bisa mengatasi keduanya sekaligus,” ujar Fatla, Sabtu(19/9).

Tim tidak hanya meneliti aktivitas terhadap bakteri Cutibacterium acnes, tetapi juga menguji kombinasi bahan terhadap Malassezia furfur yang menjadi salah satu mikroorganisme yang diteliti dalam pengembangan formula tersebut.

Kulit kakao dipilih karena merupakan bagian terbesar dari buah kakao dan selama ini masih memiliki potensi pemanfaatan yang belum optimal. Menurut Fatla, kulit kakao mencapai sekitar 75,52 persen dari total berat buah kakao.

Kulit kakao diketahui mengandung sejumlah senyawa bioaktif, termasuk alkaloid dan flavonoid, yang dalam penelitian ini dikaji potensinya terhadap aktivitas antimikroba.

Sementara itu, daun pegagan (Centella asiatica) dipilih karena mengandung senyawa bioaktif seperti asiaticoside dan madecassoside yang menjadi bagian dari kajian tim terkait aktivitas anti-inflamasi dan regenerasi kulit.

“Kami mengombinasikan keduanya karena ingin mendapatkan efek sinergis. Kalau kulit kakao fokus menyerang mikrobanya, pegagan membantu meredakan peradangannya dan memperbaiki skin barrier,” jelas Fatla.

BACA JUGA:BRIN Kembangkan Yeast Lokal untuk Glutathione, Limbah Pertanian Jadi Bioetanol

Tim kemudian mengembangkan kombinasi ekstrak tersebut dalam bentuk sediaan semprot cair. Bentuk ini dipilih karena sasaran penggunaannya berada pada area tubuh yang relatif luas dan sulit dijangkau, terutama punggung.

Sumber: