2 tahun Disway Malang

Menyuarakan Gelisah Rakyat: 9 Seniman Gelar Pameran Seni

Menyuarakan Gelisah Rakyat: 9 Seniman Gelar Pameran Seni

Lukisaan tentang MBG karya Jumali dalam pameran lukisan "Tembung Kahanan" di Galeri Raos Kota Batu-panca rp-

BATU, DISWAYMALANG.ID — Sejumlah seniman yang didominasi oleh perupa asal Kota Batu menggelar pameran lukisan bertajuk "Tembung Kahanan". Pameran yang berlangsung sejak tanggal 17 hingga 26 ini menghadirkan puluhan karya seni rupa yang sarat akan kritik sosial, merespons berbagai dinamika dan isu hangat yang tengah dihadapi masyarakat saat ini.

BACA JUGA:BeSS Resort & Waterpark Malang Adakan Pameran Lukisan Bertema 'Mongso Ketigo'

​Tajuk "Tembung Kahanan" diangkat sebagai cerminan atas refleksi situasi zaman, membandingkan secara kontras antara kondisi masa lalu dan realitas kehidupan saat ini. Pameran ini menjadi wadah ekspresi visual bagi para perupa untuk menyuarakan keresahan publik melalui bahasa artistik. Namun bukan hanya keresahan, situasi romantis pun menjadi potret dalam karya lukis.

BACA JUGA:Dampak Penggunaan Tisu Terhadap Penebangan Pohon dan Solusi Ramah Lingkungan


Beberapa karya Ayu dalam Pameran -panca rp-

​Merespons Isu Sosial dan Kebijakan Publik

​Eko, salah satu seniman peserta yang kerap disapa Paparon, menjelaskan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang pamer keindahan seni, melainkan bentuk kepekaan sosial para seniman terhadap kondisi masyarakat.

​Beberapa karya yang dipajang secara gamblang mengkritik berbagai isu sensitif yang tengah menjadi sorotan nasional. Salah satunya adalah lukisan karya Pak Jumali yang menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta berbagai kasus keracunan yang sempat terjadi, kelangkaan tabung gas LPG, hingga berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Mbois! Ada Pameran Lukisan Batik dengan Multimedia di UB, Namanya Pameran TITI RASI

​"Ini menceritakan tentang situasi—situasi dahulu sama situasi saat ini. Ada kritik sosialnya, terutama tentang MBG, kebijakan-kebijakan pemerintah sekarang yang bikin resah masyarakat. Harapannya melalui gambar ini, semoga suara dan keresahan ini bisa tersampaikan," ujar Eko, Jumat (18/9) malambdi sela-sela pameran di Galeri Raos Kota Batu.

​Melalui pendekatan visual tersebut, para seniman berharap pesan dan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan kepada pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah, meskipun pameran diadakan secara independen tanpa mengundang pejabat secara formal.

​Sinergi 9 Perupa dan Puluhan Karya

​Pameran kali ini melibatkan 9 orang perupa yang sebagian besar bertempat tinggal di wilayah Batu, Jawa Timur, serta satu seniman perwakilan dari Bali. Ke-9 seniman yang berkolaborasi dalam pameran ini adalah: ​Agus Salim, ​Saiful,Jumali, Sapto Ayu, ​Eko(Paparon), ​Niko, ​Sugeng, ​Sutris, ​Udiana (Bali)

​Masing-masing seniman menyumbangkan sekitar lima karya terbaik mereka, sehingga total terdapat kurang lebih 45 karya lukisan yang dipajang dalam ruang pameran.

BACA JUGA:Pelukis Malang Raya Gelar Pameran Lukisan “Lintas Jalur Langit”

​Berbeda dari pameran kolektif pada umumnya yang sering kali melibatkan puluhan hingga ratusan perupa, pameran "Tembeng Kahanan" justru sengaja dikonsep lebih intim dan fokus. Berawal dari obrolan santai antar-perupa, mereka sepakat untuk membentuk pameran kelompok kecil guna menyampaikan pesan yang lebih mendalam dan solid.

​Akses Digital dan Harapan ke Depan

​Untuk memudahkan pengunjung mengenal lebih dekat para kreator di balik karya, pihak penyelenggara telah menyediakan kode QR (barcode) di area pameran. Melalui pemindaian barcode tersebut, pengunjung dapat mengakses katalog digital yang memuat foto para seniman beserta detail karya lukisan yang dipamerkan.

​Pameran yang berlangsung selama sepuluh hari ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog interaktif antara seniman, penikmat seni, dan masyarakat luas dalam memaknai kondisi sosial-politik yang tengah berlangsung.

Sumber:

Berita Terkait