Bukan Sekadar Re-branding, de Hemel Bawa Kembali Rasa Rumahan dan Kuliner Indische
Re-branding The Hemel Restaurant mengusung konsep “A New Taste of Home”, restoran ini menawarkan suasana yang lebih terang, cerah dan ramah, sekaligus membawa kembali cita rasa masakan rumahan khas Indonesia dan Indies-agsant-diswaymalang.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Re-branding de Hemel Restaurant di The Shalimar Boutique Hotel Malang tidak hanya menghadirkan perubahan pada tampilan restoran. Konsep “A New Taste of Home” juga diterjemahkan melalui menu yang mengangkat kembali cita rasa rumahan Indonesia dan warisan kuliner Indische.
Corporate Branding Manager The Shalimar Boutique Hotel Malang Kartika Chandra Hapsari mengatakan, konsep tersebut diarahkan untuk menciptakan pengalaman bersantap yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Target kami keluarga, terutama warga Malang yang ingin menikmati makanan rumahan autentik Indonesia dan Indies,” kata Kartika saat diwawancarai Disway Malang, Kamis (17/9/2026).
Konsep tersebut terlihat dari komposisi menu de Hemel yang membawa berbagai makanan tradisional Indonesia sekaligus sajian yang memiliki jejak pengaruh Eropa dan Hindia.
Pada kategori kudapan, misalnya, terdapat Kletikan seharga Rp44 ribu yang berisi Tahu Tuna, Tempe Mendoan dan Tahu Petis. Ada pula Indische Platter seharga Rp68 ribu yang berisi Frikandel, Kaassoufflé dan Bitterballen.
Eksplorasi rasa Nusantara juga terlihat dari pilihan rujak. de Hemel menghadirkan Rujak Buah Kuah Pindang, Rujak Manis dan Rujak Cingur. Rujak Buah Kuah Pindang, misalnya, memadukan buah segar dengan kuah pindang khas Bali yang diracik menggunakan cabai, gula aren, terasi dan asam.

Menu de Hemel khas Nusantara yang disajikan saat re-opening-agsant-diswaymalang.id
Untuk kategori sup, terdapat Brenebon Buntut Sapi, Sup Merah, Cataleya Sup, Rawon Daging Tjak Karji dan Soto Ayam Kampung. Brenebon Buntut Sapi menggabungkan sup kacang merah khas Sulawesi Utara dengan buntut sapi.
Sedangkan Sup Merah membawa kembali karakter hidangan tempo doeloe melalui perpaduan kuah tomat, kacang polong, lidah sapi dan sosis sapi.
Pada hidangan utama, pilihan menu semakin memperlihatkan luasnya eksplorasi kuliner Indonesia. Ada Sandung Lemur Cabe Ijo, Bebek Goreng Sambel Ireng, Ayam Bakar Bumbu Roedjak, Ayam Goreng Rempah, Sate Ayam Banjar dan Palumara Baramundi.
Sementara jejak pertemuan kuliner Jawa dan Eropa antara lain hadir melalui Selat Solo, Bistik Sapi Mentega, Bistik Lidah Sapi dan Chicken Schnitzel. de Hemel juga menghadirkan rendang sebagai salah satu hidangan Nusantara melalui de Hemel Rendang Sapi.
Bagi pengunjung yang mencari makanan yang lebih familiar, tersedia pula kategori Sego & Mie. Salah satunya Sego Goreng Kampoeng de Hemel seharga Rp84 ribu, yang disajikan bersama sate ayam, telur dan udang goreng. Ada pula Sego Goreng Bledeg Paru & Babat, Sego Goreng Seafood Bumbu Woku, Mie Godhog Jawa serta Mie Goreng Jawa.
Pilihan sayuran juga membawa karakter masakan rumahan, seperti Lodeh Tewel, Sayur Brongkos, Tumis Kacang Panjang Udang & Ampela Ayam, Tumis Daun Singkong Jambal Roti dan Urap Sayur.
Eksplorasi tersebut berlanjut hingga hidangan penutup. Ada Gedhang Goreng, Pannekoeken dan Klapertaart, yang masing-masing membawa karakter Nusantara maupun Indische dalam bentuk sajian manis.
Tak Berhenti di Makanan
Sumber:

