Veda Ega Pratama dalam Tekanan, Hakim Danish Tinggal 3 Poin di Belakang
Veda Ega Pratama kini hanya unggul tiga poin dari Hakim Danis di klasemen Moto3 setelah gagal meraih poin di San Marino.-Ig honda_team_asia-Ig honda_team_asia
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Posisi Veda Ega Pratama di klasemen sementara Moto3 2026 mulai mendapat tekanan setelah gagal mencetak poin pada balapan San Marino. Veda finis di urutan ke-18 dan kini hanya memiliki keunggulan tiga poin atas Hakim Danis.
Veda masih menempati posisi ketujuh klasemen dengan koleksi 97 poin. Namun, hasil tanpa poin di Misano membuat jaraknya dengan pembalap di belakang semakin menyempit.
Hakim Danis yang berada di peringkat kedelapan sudah mengumpulkan 94 poin. Dengan demikian, hanya terdapat selisih tiga angka antara kedua pembalap tersebut. Persaingan untuk mempertahankan posisi di klasemen pun semakin terbuka.
Veda Gagal Masuk Zona Poin
Moto3 San Marino 2026 berlangsung dalam 20 lap. Veda tidak mampu menyelesaikan balapan di posisi 15 besar yang menjadi batas zona poin.
Pembalap Honda Team Asia itu akhirnya harus puas finis di posisi ke-18. Tidak ada tambahan poin yang didapat dari balapan tersebut sehingga koleksinya tetap berada di angka 97.
Hasil tersebut cukup merugikan dari sisi persaingan klasemen. Sebab, Hakim Danis kini hanya terpaut tiga poin. Satu hasil positif dari Hakim, ditambah kegagalan Veda kembali mencetak poin, bisa membuat posisi keduanya berubah.
Situasi tersebut membuat seri berikutnya memiliki arti penting bagi Veda. Ia tidak hanya perlu mengejar poin untuk memperbaiki posisinya, tetapi juga harus menjaga jarak dari pembalap yang berada tepat di belakangnya.
Kecepatan Veda Sebenarnya Masih Ada
Meski gagal mendapatkan poin, Veda sempat memperlihatkan performa yang menjanjikan sebelum balapan utama di Misano.
Veda mampu menembus lima besar pada sesi FP2. Ia juga berhasil mendapatkan tempat untuk langsung menuju Q2. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa masalah utama bukan semata-mata hilangnya kecepatan.
Performa pada balapan kemudian berjalan berbeda. Setelah menempuh 20 lap, Veda harus mengakhiri lomba di posisi ke-18.
Ada faktor lain yang turut menjadi perhatian. Ayah Veda, Sudarmono, mengungkapkan bahwa sang pembalap datang ke akhir pekan San Marino dengan kondisi mengalami cedera pada bagian punggung.
Kondisi tersebut membuat hasil Veda di Misano menjadi lebih kompleks. Ia masih mampu menunjukkan kecepatan dalam sesi latihan dan mengamankan akses langsung ke Q2, tetapi harus menghadapi tuntutan fisik yang lebih berat ketika balapan berlangsung.
Seri Austria Jadi Kesempatan Bangkit
Setelah San Marino, perhatian Veda kini tertuju pada seri berikutnya di Austria. Balapan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengamankan poin sekaligus menjaga posisinya di klasemen.
Dengan 97 poin, Veda masih berada di posisi ketujuh. Namun, keunggulan tiga poin atas Hakim Danis menunjukkan bahwa ruang kesalahan semakin kecil.
Sumber: yt reyog tv










