2 tahun Disway Malang

Hari Programmer Sedunia 13 September 2026: Sejarah Hari ke-256 dan Talenta Coding dari Malang Raya

Hari Programmer Sedunia 13 September 2026: Sejarah Hari ke-256 dan Talenta Coding dari Malang Raya

Tanggal 13 September ini diperingati sebagai Hari Programmer Sedunia. -foto: national today--

MALANG, DISWAYMALANG.IDHari Programmer diperingati setiap 13 September dalam tahun biasa. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi para programmer dan pengembang perangkat lunak yang bekerja di balik aplikasi, situs web, sistem digital, hingga teknologi kecerdasan buatan.

Tanggal 13 September dipilih karena merupakan hari ke-256 dalam kalender tahunan. Dalam tahun kabisat, Hari Programmer jatuh pada 12 September. Angka 256 memiliki makna khusus dalam dunia komputasi karena berkaitan dengan kapasitas nilai yang dapat direpresentasikan oleh delapan bit atau satu byte.

Peringatan ini juga relevan bagi Malang Raya yang memiliki ekosistem pendidikan teknologi, perguruan tinggi, komunitas digital, perusahaan rintisan, serta berbagai kegiatan pengembangan aplikasi dan kompetisi pemrograman.

Sejarah Hari Programmer

Gagasan memperingati Hari Programmer mulai mengemuka di lingkungan komunitas teknologi Rusia pada awal 2000-an. Pada 2002, Valentin Balt dan Michael Cherviakov dari perusahaan Parallel Technologies menggalang dukungan agar pemerintah Rusia menetapkan hari khusus untuk menghormati programmer.

Usulan tersebut kemudian berkembang menjadi agenda resmi. Pada 24 Juli 2009, Kementerian Komunikasi dan Media Massa Rusia menyiapkan rancangan pengaturan mengenai Hari Programmer.

Presiden Rusia Dmitry Medvedev akhirnya menandatangani keputusan tentang Hari Programmer pada 11 September 2009. Melalui keputusan tersebut, Hari Programmer ditetapkan pada hari ke-256 setiap tahun, yaitu 13 September dalam tahun biasa dan 12 September dalam tahun kabisat.

Dengan demikian, Rusia menjadi negara yang secara resmi menetapkan Hari Programmer sebagai hari peringatan profesional. Di luar Rusia, peringatan tersebut kemudian dikenal dan dirayakan oleh komunitas teknologi di berbagai negara, meskipun tidak seluruh negara menetapkannya sebagai hari libur resmi.

Mengapa Angka 256 Dipilih?

Angka 256 bukan sekadar angka kalender. Dalam sistem komputer, satu byte terdiri atas delapan bit dan dapat merepresentasikan 256 nilai berbeda, mulai dari 0 hingga 255.

Angka 256 juga merupakan pangkat dua terbesar yang masih berada di bawah jumlah hari dalam satu tahun. Jumlah hari dalam tahun biasa adalah 365, sedangkan tahun kabisat memiliki 366 hari.

Karena alasan tersebut, hari ke-256 dianggap memiliki hubungan simbolis yang kuat dengan pekerjaan programmer. Pemilihan tanggal ini sekaligus menjadi cara komunitas teknologi merayakan bahasa, logika, algoritma, dan sistem biner yang menjadi dasar komputasi modern.

Jejak Sejarah Pemrograman

Sejarah pemrograman tidak dapat dilepaskan dari perkembangan mesin hitung dan komputer.

Pada abad ke-19, Ada Lovelace dikenal melalui catatannya mengenai Analytical Engine yang dirancang Charles Babbage. Lovelace menulis algoritma yang dirancang untuk diproses oleh mesin tersebut sehingga sering disebut sebagai programmer komputer pertama dalam sejarah.

Perkembangan berikutnya terjadi pada abad ke-20 ketika komputer elektronik mulai dikembangkan. Bahasa pemrograman seperti FORTRAN, LISP, COBOL, C, Pascal, Java, Python, JavaScript, dan berbagai bahasa modern kemudian memperluas kemampuan komputer.

Saat ini, programmer bekerja tidak hanya dengan komputer desktop. Keahlian pemrograman digunakan untuk membangun aplikasi telepon pintar, sistem pembayaran, perangkat Internet of Things, kendaraan, robot, layanan kesehatan, sistem pemerintahan, hingga kecerdasan buatan.

Peran Programmer dalam Kehidupan Sehari-hari

Sumber: