Dikira Sudah Mati, Mesin Rotary Mazda Ternyata Bangkit dengan Jurus Baru
Mesin rotary Mazda belum mati. Teknologi hybrid membuat mesin legendaris ini berganti peran sebagai generator untuk mendukung motor listrik.-SS YOUTUBE -
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Di tengah perang mobil listrik yang makin sengit, Mazda memilih jalan berbeda. Ketika banyak pabrikan berlomba memperbesar kapasitas baterai dan memperluas jarak tempuh, Mazda justru menghidupkan kembali mesin rotary dengan peran baru dalam sistem hybrid.
Mesin legendaris tersebut tidak lagi diposisikan sebagai penggerak roda secara langsung. Dalam konsep series hybrid atau range extender, mesin rotary bekerja sebagai generator yang memasok energi untuk baterai maupun motor listrik.
Langkah itu menjadi cara Mazda mempertahankan karakter mesin rotary sekaligus menjawab persoalan yang masih menghantui sebagian pengguna mobil listrik, terutama kekhawatiran kehabisan daya dan keterbatasan titik pengisian saat perjalanan jauh.
Mesin rotary sendiri memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Mazda. Teknologi tersebut pernah menjadi identitas kuat pabrikan asal Hiroshima, Jepang. Pada era 1960-an, Mazda memperkenalkan Cosmo Sport dengan mesin rotary dan membuat dunia otomotif memberi perhatian besar terhadap teknologi yang berbeda dari mesin piston konvensional.
Kini, ketika regulasi emisi semakin ketat dan elektrifikasi menjadi arah utama industri otomotif, mesin rotary kembali mendapat panggung. Bedanya, perannya sudah berubah.
Rotary Tak Lagi Dipaksa Kerja Sendirian
Salah satu kelemahan mesin rotary adalah efisiensinya ketika menghadapi kondisi berkendara yang membutuhkan perubahan putaran mesin secara terus-menerus. Kondisi stop and go dan akselerasi dari posisi diam menjadi pekerjaan yang kurang ideal bagi karakter mesin tersebut.
Sistem hybrid memberikan solusi dengan membagi tugas.
Motor listrik menangani kebutuhan torsi instan sejak pedal akselerator diinjak. Sementara mesin rotary dapat bekerja sebagai generator pada kondisi putaran yang lebih terkontrol.
Konfigurasi tersebut membuat mesin tidak harus terus mengikuti perubahan kebutuhan tenaga roda. Komputer kendaraan dapat mengatur kapan mesin menyala dan kapan mesin berhenti, berdasarkan kebutuhan energi serta kondisi baterai.
Saat baterai masih memiliki daya, mobil dapat bergerak menggunakan tenaga listrik. Ketika daya mulai berkurang, mesin rotary kembali menyala untuk menghasilkan energi.
Sistem pengereman regeneratif juga ikut memanfaatkan energi saat kendaraan melakukan deselerasi atau pengereman untuk dikembalikan ke baterai.
Karakter mesin rotary yang ringkas menjadi keuntungan lain. Ukurannya memungkinkan insinyur memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menempatkan komponen sistem hybrid, termasuk baterai, motor listrik dan perangkat pendukung lainnya.
Tetap Ada Suara Khas Rotary
Bagi penggemar otomotif, keistimewaan mesin rotary bukan hanya soal teknologi. Ada karakter suara dan sensasi mekanis yang sulit digantikan.
Mesin dengan mekanisme rotor tersebut dikenal memiliki karakter suara yang halus dan khas ketika putarannya meningkat. Dalam sistem hybrid, karakter tersebut tetap menjadi bagian dari pengalaman berkendara meskipun tugas utamanya bukan lagi memutar roda secara langsung.
Sumber:


