2 tahun Disway Malang

HUT ke-2 Disway Malang Diwarnai Santunan untuk Anak Asuh LKSA Ar-Royan

HUT ke-2 Disway Malang Diwarnai Santunan untuk Anak Asuh LKSA Ar-Royan

Foto bersama Ketua LKSA Asuhan Ar-Royan, beserta adik-adik Asuhan Ar-Royan, dengan Agung Pamujo, Direktur Disway Malang, Selasa 08/09-Agsant-diswaymalang.id

MALANG, DISWAYMALANG-- Dua tahun perjalanan Disway Malang menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat. Perayaan ulang tahun kali ini tidak hanya diisi kegiatan internal, tetapi juga diwujudkan melalui aksi berbagi bersama anak-anak asuh.

Rombongan Disway Malang mengunjungi LKSA Asuhan Ar-Royan di Jalan Terusan Sulfat Nomor 47, Kelurahan Pandanwangi, Kota Malang, Selasa, 8 September 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-2 Disway Malang.

Kehadiran rombongan disambut Ketua LKSA Asuhan Ar-Royan Djedje Zaenal Murod bersama jajaran pengurus dan anak-anak asuh. Santunan diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.

Direktur Disway Malang Agung Pamojo mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dan rezeki dengan anak-anak yang berada dalam pengasuhan LKSA Asuhan Ar-Royan.

LKSA Asuhan Ar-Royan sendiri telah beroperasi sejak sekitar 2014. Lembaga tersebut dikelola secara turun-temurun oleh keluarga bersama para pengurus. Mengedepankan nilai-nilai dan syariat Islam dalam proses pengasuhan.

Saat ini, LKSA Asuhan Ar-Royan menampung sekitar 30 anak asuh. Mereka berasal dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Kota Malang dan wilayah Jawa Timur. Tetapi juga dari luar Pulau Jawa, termasuk Flores. Dalam menjalankan pengasuhan, anak-anak diwajibkan tinggal di lingkungan asrama.

Aturan tersebut diterapkan demi menjaga keamanan, kedisiplinan, sekaligus ketertiban selama anak-anak berada dalam pengasuhan LKSA.

Penerimaan Anak Melalui Tahapan Seleksi

Djedje menjelaskan, proses penerimaan anak asuh juga tidak dilakukan secara sembarangan. Setiap calon anak harus melalui sejumlah tahapan untuk memastikan kondisi dan kebutuhan anak sesuai dengan kapasitas lembaga.

"Pertama dilakukan kualifikasi dan visitasi untuk memastikan kelayakan calon anak asuh," jelasnya.


Tim Disway Malang saat berkunjung ke LKSA Ar-Royan. -Agsant-diswaymalang.id

Selain visitasi, kelengkapan dokumen administrasi juga menjadi salah satu persyaratan penting. Hal itu mengingat LKSA Asuhan Ar-Royan berada di bawah naungan Dinas Sosial Kota Malang.

Dari sisi kelembagaan, LKSA Asuhan Ar-Royan juga telah menjalani proses akreditasi tiga kali. Dalam akreditasi terakhir, lembaga tersebut berhasil memperoleh predikat A.

Untuk usia penerimaan, pihak LKSA umumnya memilih anak yang telah duduk di kelas 5 atau 6 sekolah dasar maupun anak yang dinilai sudah cukup mandiri.

Pertimbangan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pendampingan. Anak-anak berusia lebih muda, terutama di bawah 10 tahun, membutuhkan perhatian dan pengasuhan yang lebih intensif.

Disway Malang Ingin Terus Hadir di Tengah Masyarakat

Sumber:

Berita Terkait