Kota Batu Genjot Pencegahan Stunting, Posyandu Satu Hati Libatkan Dunia Usaha
Wali Kota Batu Nurochman saat menyapa peserta Posyandu Satu Hati yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Selasa (8/9/2026)-Prokopim Kota Batu -
BATU, DISWAYMALANG.ID–Pencegahan stunting di Kota Batu terus diperkuat dari tingkat paling dekat dengan keluarga. Pemerintah Kota Batu mendorong Posyandu Satu Hati menjadi bagian penting dalam memastikan kesehatan ibu dan anak sekaligus menyiapkan generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Penguatan tersebut dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, TP PKK, kader Posyandu, masyarakat hingga dunia usaha. Langkah itu diharapkan membuat pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak semakin optimal.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Posyandu Satu Hati yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Selasa (8/9/2026). Program ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak di Kota Batu.
Ketua TP PKK Kota Batu Siti Faujiyah Nurochman memberikan apresiasi tinggi kepada para kader Posyandu. Menurutnya, para kader adalah ujung tombak pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat.
BACA JUGA:Nurochman Lantik 63 PNS Kota Batu, Pesan Tegas: Jangan Bawa Birokrasi Lambat
Ia menekankan bahwa memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab keluarga.
“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Kesehatan dan tumbuh kembang mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Mari terus berkolaborasi agar tidak ada lagi anak di Kota Batu yang mengalami stunting,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman atau Nurochman menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Dibutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, TP PKK, kader Posyandu, dunia usaha, hingga masyarakat.
BACA JUGA:Donasi Jazz and Rock Collision Kota Batu Rp22,2 Juta Akhirnya Sampai ke Korban Gempa NTT
"Kolaborasi seperti inilah yang membuat program kesehatan bisa tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga," urainya.
Cak Nur juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, khususnya para ibu, untuk menyampaikan ide dan masukan terkait program kesehatan. Saran bisa disampaikan melalui pemerintah desa maupun kecamatan.
“Masukan dari masyarakat adalah feedback penting bagi kami. Dari situlah kami bisa menyusun program yang benar-benar dibutuhkan di lapangan,” katanya.
BACA JUGA:Nurochman Buka Pintu Kolaborasi untuk IPM Kota Batu, Ada Program 1.000 Sarjana
Melalui Posyandu Satu Hati, Pemkot Batu berharap sinergi lintas sektor ini bisa memperkuat fungsi Posyandu di setiap kelurahan. Tujuannya jelas: memastikan anak-anak Kota Batu mendapatkan layanan kesehatan, pemantauan gizi, dan stimulasi tumbuh kembang yang optimal sejak dini.
Sumber:


