2 tahun Disway Malang

Cuaca Gunung Malang 8 September: Semeru Siaga, Laut Selatan Dilanda Gelombang 4,1 Meter

Cuaca Gunung Malang 8 September: Semeru Siaga, Laut Selatan Dilanda Gelombang 4,1 Meter

Ilustrasi langit cerah berkabut tipis di Taman Nasional Bromo Tengger Seemeru (TNBTS) Desa Ngadas, Kecamatna Poncokusumo, Kabupaten Malang, beberapa waktu lalu. -dok.diswaymalang.id--

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Cuaca gunung dan perairan Malang Selatan pada Selasa, 8 September 2026, perlu mendapat perhatian lebih. Kawasan pegunungan diprakirakan dingin dengan suhu belasan derajat Celsius dan kelembapan tinggi, sementara laut selatan Malang menghadapi gelombang hingga 4,1 meter.

Kondisi tersebut membuat aktivitas pendakian, wisata alam, nelayan, hingga wisata bahari membutuhkan persiapan lebih matang. Perubahan cuaca di kawasan pegunungan juga dapat berlangsung cepat, terutama ketika awan mulai tumbuh pada siang hingga sore.

Tiga kelompok kawasan gunung yang menjadi perhatian adalah Bromo-Tengger-Semeru, Arjuno-Welirang, serta Butak-Panderman. Sementara di selatan, perairan yang menghadap Samudra Hindia diprakirakan mengalami cuaca berawan tebal sepanjang hari.

Cuaca Bromo-Tengger-Semeru

Kawasan Bromo-Tengger-Semeru diprakirakan menjadi salah satu wilayah paling dingin. Berdasarkan prakiraan kawasan lereng Malang-Lumajang, suhu berada sekitar 14-21 derajat Celsius dengan kelembapan 72-98 persen.

Kondisi pagi cenderung berkabut atau udara kabur. Memasuki siang, cuaca dapat berubah menjadi lebih cerah, tetapi awan dan hujan lokal tetap perlu diantisipasi.

Khusus Gunung Semeru, pendakian masih ditutup. Faktor keselamatan tidak hanya berkaitan dengan cuaca. Aktivitas vulkaniknya masih tinggi dan statusnya berada pada Level III atau Siaga. 

Kondisi Gunung Semeru pada Selasa pagi, 8 September 2026, tidak hanya dipengaruhi cuaca dan aktivitas vulkanik. Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga masih perlu diwaspadai.

Setelah karhutla sebelumnya sempat dinyatakan selesai, titik api kembali terpantau di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada Senin malam (7/9/2026). Titik baru tersebut terpantau di Blok Po’o, lereng Semeru.

Rekomendasi keselamatan dan zona yang dilarang harus menjadi acuan utama sebelum memasuki kawasan Semeru.

Cuaca Arjuno-Welirang

Kawasan Arjuno-Welirang diprakirakan memiliki suhu sekitar 16-24 derajat Celsius, dengan kelembapan sekitar 58-98 persen.

Pagi hari relatif lebih cerah dengan suhu masih rendah. Kondisi berawan mulai berkembang menjelang siang dan sore. Udara kemudian kembali dingin ketika memasuki petang hingga malam.

Kelembapan tinggi di kawasan ini dapat membuat jalur terasa lebih dingin dan licin. Pendaki perlu memperhitungkan kemungkinan kabut serta perubahan cuaca ketika berada di jalur terbuka atau mendekati punggungan.

Cuaca Buthak-Panderman

Kawasan Buthak-Panderman juga diprakirakan sejuk hingga dingin. Kisaran suhu berada sekitar 15-23 derajat Celsius, sedangkan kelembapan dapat mencapai 64-99 persen.

Pagi hari berpotensi berkabut atau udara kabur. Kondisi lebih cerah dapat muncul menjelang siang, tetapi awan kembali meningkat pada sore.

Kelembapan yang tinggi membuat suhu terasa lebih dingin, terutama ketika angin bertiup di kawasan punggungan. Pendaki disarankan membawa pakaian hangat, jas hujan, pelindung tas, serta perlengkapan penerangan.

Cuaca Perairan Malang Selatan

Kondisi lebih serius terlihat di laut selatan Malang. Perairan yang menghadap Samudra Hindia diprakirakan berawan tebal sepanjang 8 September.

Suhu laut berada sekitar 25 derajat Celsius, sedangkan kelembapan berkisar 73-75 persen. Angin bertiup dari arah tenggara sekitar 9-11 knot, dengan hembusan mencapai 17-20 knot.

Ketinggian gelombang berada sekitar 3,6-4,1 meter. Pada pagi hingga siang, gelombang bahkan mencapai sekitar 4,1 meter dan masuk kategori sangat tinggi.

Kondisi ini jauh lebih berisiko dibanding kisaran gelombang 1,25-2,5 meter dalam bahan awal. Karena itu, aktivitas perahu kecil, penangkapan ikan, maupun kegiatan wisata bahari perlu dilakukan dengan kewaspadaan ekstra.

Rekomendasi bagi Pendaki dan Wisatawan

Pendaki yang menuju kawasan Bromo-Tengger-Semeru, Arjuno-Welirang, maupun Butak-Panderman sebaiknya tidak hanya melihat kondisi cuaca di titik keberangkatan.

Perlengkapan wajib meliputi pakaian hangat, jas hujan, sepatu dengan daya cengkeram baik, pelindung barang elektronik, makanan dan minuman cukup, serta alat navigasi dan penerangan.

Pendakian sebaiknya ditunda apabila kabut semakin tebal, hujan turun terus-menerus, angin menguat, atau jalur dinilai tidak aman oleh pengelola. Khusus Semeru, pendakian masih ditutup sementara.

Sementara bagi nelayan dan wisatawan pantai Malang Selatan, gelombang hingga 4,1 meter menjadi alasan kuat untuk menghindari aktivitas di laut terbuka dan mengikuti arahan keselamatan setempat.

Sumber: bmkg.go.id

Berita Terkait