Nurochman Buka Pintu Kolaborasi untuk IPM Kota Batu, Ada Program 1.000 Sarjana
Wali Kota Batu Nurochman -Istimewa -
BATU, DISWAYMALANG.ID-- Pemerintah Kota Batu membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk ikut menentukan arah pembangunan daerah. Wali Kota Batu Nurochman mendorong kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Batu tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga berani menyampaikan gagasan dan kritik.
Nurochman menilai keterlibatan anak muda dalam organisasi menjadi bagian penting untuk membentuk karakter kepemimpinan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial. Karena itu, IPM Kota Batu diharapkan mampu melahirkan gagasan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah.
Menurut Nurochman, pemerintah daerah membutuhkan perspektif generasi muda untuk memperkaya kebijakan. Ia pun mempersilakan kader IPM menyampaikan rekomendasi yang konkret dan konstruktif.
BACA JUGA:Mega Science Center dan Budaya Kota Batu Dibuka, Ada Simulasi Gempa hingga Teknologi AI
“Pemerintah Kota Batu membuka diri untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan kader Muhammadiyah. Silakan sampaikan rekomendasi, kritik, dan gagasan yang membangun. Suara anak muda sangat kami butuhkan,” ujarnya, Senin (7/9/2026).
Untuk meningkatkan kapasitas pemuda, Cak Nur memperkenalkan Program 1.000 Sarjana. Program ini disiapkan sebagai jalan bagi generasi muda Kota Batu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Menurutnya, program tersebut diharapkan bisa memutus rantai keterbatasan akses pendidikan dan melahirkan lebih banyak sarjana muda yang nantinya kembali mengabdi untuk Kota Batu.
BACA JUGA:Korupsi Pasar Among Tani, Nurochman Siapkan Evaluasi dan Audiensi dengan Pedagang
"Program 1000 Sarjana menyasar beberapa kelompok penerima manfaat. Pembiayaannya berasal dari APBD Kota Batu untuk UKT, ditambah dukungan dana CSR dari perusahaan," jelasnya.
Untuk diketahui, IPM Kota Batu menggelar Musyawarah Daerah (Musyda) di Balai Desa Sidomulyo pada Sabtu (5/9/2026) kemarin.
Musyda IX IPM Kota Batu sendiri diikuti ratusan kader dari berbagai sekolah dan cabang IPM se-Kota Batu. Agenda utamanya adalah pemilihan kepengurusan baru periode 2026-2031 serta perumusan program kerja ke depan.
BACA JUGA:BSOW 2026 Kota Batu Hadirkan Ribuan Anggrek Nusantara, Ada Delegasi Internasional
Cak nur berharap Musyda IX IPM tidak hanya menjadi forum seremonial. Ia ingin agenda lima tahunan ini menjadi momentum evaluasi, regenerasi kepengurusan, sekaligus lahirnya pemimpin-pemimpin muda baru.
“Harapan saya, dari forum ini muncul kader-kader yang punya gagasan segar dan keberanian untuk memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Batu,” pungkasnya.
Sumber:


