2 tahun Disway Malang

Indonesia Peringkat Ketiga Negara Paling Rawan Bencana Dunia, Cek 5 Besarnya

Indonesia Peringkat Ketiga Negara Paling Rawan Bencana Dunia, Cek 5 Besarnya

Ilustrasi bangunan runtuh di Kabupaten Manggarai Timur pascagempa M7,7 di Laut Flores yang mengguncang pada Sabtu, 15 Agustus 2026-BPBD Kabupaten Manggarai Timur ---

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Indonesia kembali masuk jajaran negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia. Dalam WorldRiskIndex 2025, Indonesia berada di peringkat ketiga dengan skor 39,80, di bawah Filipina dan India.

Posisi tersebut menunjukkan tingginya risiko bencana Indonesia jika dilihat dari kombinasi keterpaparan terhadap berbagai ancaman alam dan tingkat kerentanan masyarakat. Indeks ini tidak semata-mata menghitung seberapa sering bencana terjadi.

WorldRiskIndex 2025 menilai 193 negara. Laporan tersebut menempatkan kawasan Asia dan Amerika sebagai hotspot risiko bencana global. Fokus khusus laporan 2025 adalah risiko banjir.

5 Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi

Berikut lima negara dengan skor WorldRiskIndex 2025 tertinggi:

  1. Filipina: 46,56

  2. India: 40,73

  3. Indonesia: 39,80

  4. Kolombia: 39,26

  5. Meksiko: 38,96

Filipina menempati posisi pertama dengan skor 46,56. India berada di posisi kedua dengan 40,73, sedangkan Indonesia di peringkat ketiga dengan 39,80.

Dengan demikian, Indonesia memang masuk tiga besar negara dengan risiko bencana tertinggi dalam WorldRiskIndex 2025. Namun, istilah tersebut perlu dipahami sebagai tingkat risiko, bukan berarti Indonesia merupakan negara dengan jumlah bencana terbanyak di dunia.

Mengapa Risiko Bencana Indonesia Tinggi?

Salah satu faktor utama adalah kondisi geologi Indonesia. Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan memiliki aktivitas tektonik tinggi.

BMKG menjelaskan bahwa Indonesia berada pada zona pertemuan dan pergerakan sejumlah lempeng tektonik. Kondisi tersebut membuat berbagai wilayah Indonesia memiliki ancaman gempa bumi dan tsunami yang signifikan.

Badan Geologi juga mencatat Indonesia memiliki 127 gunung api aktif. Sebanyak 69 gunung api dipantau secara intensif melalui pos pengamatan gunung api. Kondisi tersebut membuat Indonesia memiliki potensi bahaya vulkanik seperti erupsi, hujan abu, awan panas, aliran lava dan lahar.

Selain ancaman geologi, Indonesia menghadapi berbagai bencana hidrometeorologi. World Bank mencatat wilayah Indonesia, termasuk Jawa dan kawasan pesisir sejumlah pulau, rentan terhadap banjir, kekeringan, longsor dan kenaikan muka laut.

Risiko Tidak Hanya Ditentukan oleh Bencana Alam

Sumber: disway.id dan sumber lainnya

Berita Terkait