Gus Baha: Jangan Biarkan Makhluk Mendikte Kita, Begini Cara Tetap Rileks (2)
Ilustrasi Gus Baha dalam sebuah pengajian di Lirboyo, Kediri. -youtube simpedia--
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Banyak orang mudah kehilangan ketenangan hanya karena ucapan, sikap, atau perlakuan orang lain. Dimarahi pasangan membuat emosi naik. Dihujat membuat sakit hati. Tidak disukai tetangga pun bisa membuat seseorang terus memikirkannya.
Gus Baha atau KH Ahmad Bahauddin Nursalim justru menawarkan cara pandang berbeda. Menurutnya, seorang Muslim tidak perlu menjadikan perlakuan manusia sebagai pusat kehidupannya.
Ia mengajak umat untuk tetap rileks karena hubungan utama manusia bukan dengan makhluk, melainkan dengan Allah Swt.
“Yang bisa mendikte kita hanya Allah Swt,” tegas Gus Baha dalam sebuah pengajian yang panjang. Tulisan seri 1 telah dipublis kemarin di Disway Malang dan besok seri 3.
Imam Ahmad Tetap Senang meski Disuruh Pulang
Untuk menjelaskan prinsip tersebut, ulama asal Rembang ini mengisahkan Imam Ahmad bin Hanbal.
Suatu ketika, seorang pemuda memanggil Imam Ahmad untuk datang ke rumahnya. Sebagai seorang ulama, Imam Ahmad memenuhi panggilan tersebut.
Namun, begitu sampai, pemuda itu justru berkata bahwa dirinya tidak membutuhkan Imam Ahmad dan memintanya pulang.
Imam Ahmad pun pulang.
Tidak lama kemudian, pemuda itu memanggilnya lagi.
“Ya Ahmad, datang lagi.”
Imam Ahmad datang.
Tetapi setelah sampai, pemuda itu kembali mengatakan tidak membutuhkan dirinya.
Imam Ahmad pulang lagi.
Kejadian tersebut berlangsung sampai tiga kali. Yang menarik, Imam Ahmad tidak menunjukkan kemarahan. Ia tetap tenang dan bahkan tersenyum.
Pemuda itu akhirnya merasa heran.
Sumber:


