Bromo-Semeru 8°C, Ombak Malang Selatan 2,2 Meter, Karhutla Pujon Jadi Perhatian
Langit cerah berkabut tipis di Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS) di Bromo Hillside di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. -m.khakim/diswaymalang.id--
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Suhu dingin hingga 8 derajat Celsius membayangi kawasan pegunungan Malang Raya dan sekitarnya pada Kamis, 3 September 2026. Pada saat yang sama, kondisi laut selatan Malang masih menghadirkan gelombang hingga 2,2 meter.
Situasi cuaca Malang Raya kali ini cukup kontras. Kawasan dataran tinggi memasuki periode dingin malam hingga dini hari, sementara pesisir selatan menghadapi angin dan gelombang yang perlu diwaspadai.
Kondisi kering juga menjadi perhatian menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, Pujon, Kabupaten Malang. Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 15 hektare vegetasi dan membuat ratusan pendaki harus dievakuasi.
Bromo-Semeru Bisa 8°C
Kawasan Bromo-Tengger-Semeru menjadi salah satu lokasi yang terasa sangat dingin pada malam hingga dini hari. Suhu di kawasan ketinggian dapat berada di sekitar 8°C.
Fenomena tersebut tidak terlepas dari karakter musim kemarau. Langit yang relatif minim tutupan awan membuat pelepasan panas dari permukaan bumi berlangsung lebih cepat pada malam hari.
Bagi wisatawan yang hendak berburu matahari terbit di kawasan Bromo maupun pendaki yang beraktivitas di sekitar Semeru, pakaian hangat menjadi perlengkapan penting.
BMKG juga menyebut awal September masih didominasi kondisi panas dan kering di banyak wilayah Indonesia. Kondisi kering tersebut sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Arjuno-Welirang Juga Dingin
Tidak hanya Bromo-Semeru, kawasan Arjuno-Welirang juga berpotensi mengalami suhu sangat rendah pada malam dan dini hari.
Di kawasan Arjuno, suhu sekitar 8°C dapat terjadi pada periode paling dingin. Memasuki pagi, temperatur berangsur naik seiring munculnya pemanasan matahari.
Perubahan suhu yang cukup tajam menjadi perhatian bagi pendaki. Kondisi di gunung juga dapat berubah lebih cepat dibandingkan wilayah perkotaan.
Kawasan Arjuno sendiri berada di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan. Sementara Gunung Butak berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar.
Karhutla Pujon Jadi Peringatan
Kondisi kering tersebut menjadi semakin relevan setelah karhutla terjadi di kawasan Gunung Butak, tepatnya Petak 100 dekat Pos 3 pendakian di wilayah Pujon.
Kebakaran diketahui pada Selasa, 1 September 2026, sekitar pukul 12.46 WIB. Api kemudian berhasil dipadamkan setelah tim gabungan melakukan penanganan di kawasan hutan.
Luas vegetasi yang terbakar diperkirakan sekitar 15 hektare. Sebanyak 271 pendaki yang berada di kawasan Gunung Panderman, Butak dan Bokong juga dievakuasi demi keselamatan.
Jalur pendakian di kawasan tersebut masih mendapat perhatian petugas untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala. Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api di kawasan hutan.
Ombak Malang Selatan Capai 2,2 Meter
Sumber: bmkg.go.id

