2 tahun Disway Malang

Rahasia Santan Kelapa: Benarkah Bikin Kolesterol dan Berubah Jadi Racun saat Dimasak?

Rahasia Santan Kelapa: Benarkah Bikin Kolesterol dan Berubah Jadi Racun saat Dimasak?

Ilustrasi santan kelapa. -wiratech--

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Santan kelapa menjadi salah satu bahan yang hampir tidak pernah absen dari kuliner Nusantara. Rendang, opor, lodeh, gulai hingga berbagai kue tradisional mendapatkan rasa gurih dan tekstur khas dari santan.

Namun, santan juga sering dituding sebagai biang kerok kolesterol. Bahkan ada anggapan santan yang dimasak terlalu lama atau dipanaskan berulang kali dapat berubah menjadi “racun” bagi tubuh.

Benarkah demikian?

Di momentum Hari Kelapa Sedunia 2 September, rahasia di balik santan menarik untuk dibongkar. Sebelumnya, kelapa dibahas melalui bluluk atau pentil kelapa dan degan ijo. Kali ini, bagian daging kelapa yang menghasilkan santan juga memiliki cerita ilmiah tersendiri.

Santan sebenarnya tidak mengandung kolesterol

Hal pertama yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa santan mengandung kolesterol.

Santan kelapa secara alami tidak mengandung kolesterol. Kolesterol merupakan komponen yang terdapat pada bahan pangan hewani. Kelapa adalah tumbuhan sehingga santan yang berasal dari daging kelapa tidak membawa kolesterol seperti daging, telur atau produk susu.

Lantas mengapa santan sering dikaitkan dengan kolesterol?

Jawabannya adalah lemak jenuh.

Santan mengandung lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar LDL atau kolesterol “jahat” pada sebagian orang. Karena itu, meskipun santan tidak mengandung kolesterol, konsumsi berlebihan tetap bukan pilihan yang ideal, terutama bagi orang yang sedang mengendalikan kadar LDL atau memiliki risiko penyakit kardiovaskular.

Jadi, kalimat yang lebih tepat bukan “santan mengandung kolesterol”, melainkan konsumsi santan berlebihan dapat berkontribusi terhadap asupan lemak jenuh yang perlu dibatasi.

Lalu bagaimana dengan manfaat santan?

Santan bukan sekadar pemberi rasa gurih.

Daging kelapa mengandung lemak, protein, mineral dan sejumlah senyawa bioaktif. Santan juga menjadi sumber energi karena kandungan lemaknya.

Sejumlah penelitian bahkan mulai melihat kemungkinan manfaat konsumsi kelapa dan santan terhadap profil lipid. Salah satu penelitian pada manusia yang diterbitkan pada 2024 menemukan konsumsi santan dalam konteks penelitian tersebut berkaitan dengan perubahan profil lipid yang lebih baik, termasuk penurunan LDL dan non-HDL serta peningkatan HDL.

Namun, hasil satu penelitian tidak cukup untuk menyimpulkan santan pasti menurunkan kolesterol pada semua orang.

Jenis santan, jumlah konsumsi, pola makan keseluruhan dan kondisi kesehatan seseorang tetap berpengaruh.

Santan mentah menurut dr Zaidul Akbar

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Berita Terkait