2 tahun Disway Malang

7 Cara Cek Mobil sebelum Lewati Tanjakan Berkelok, Ban dan Rem Paling Penting

7 Cara Cek Mobil sebelum Lewati Tanjakan Berkelok, Ban dan Rem Paling Penting

Sebuah kendaraan melaju di jalan menurun di Kota Batu -Sholeh/Diswaymalang -

BATU, DISWAYMALANG.ID-- Jalan menanjak dan berkelok membutuhkan kondisi kendaraan yang benar-benar siap. Beban mesin bertambah saat menghadapi tanjakan, sementara pengendara juga harus mampu mengendalikan laju kendaraan ketika memasuki turunan atau tikungan.

Keselamatan tidak hanya ditentukan kemampuan pengemudi. Kondisi ban, rem, sistem kemudi, hingga perlengkapan darurat harus diperiksa sebelum kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh, terutama jika rute yang dilewati memiliki banyak tanjakan dan turunan.

Kesalahan kecil seperti tekanan ban yang tidak sesuai atau kampas rem yang sudah menipis dapat menjadi persoalan serius ketika kendaraan berada di medan berbukit. Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sebelum perjalanan, bukan ketika masalah sudah muncul di tengah jalan.

Berikut 7 tips aman mengemudi di jalan menanjak dan berkelok yang penting diperhatikan pengendara.

1. Cek Tekanan Angin Ban

Tekanan ban menjadi pemeriksaan dasar yang tidak boleh dilewatkan. Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan, bukan berdasarkan perkiraan atau angka maksimum yang tercetak pada dinding ban.

Informasi tekanan yang direkomendasikan biasanya terdapat pada stiker di sekitar pintu pengemudi atau buku manual kendaraan.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan ketika ban masih dingin. Tekanan yang terlalu rendah dapat meningkatkan hambatan gulir dan panas pada ban. Sebaliknya, tekanan berlebihan dapat mengurangi bidang kontak ban dengan permukaan jalan dan memengaruhi kenyamanan serta traksi.

Jangan lupa memeriksa keempat ban sekaligus, termasuk ban cadangan.

BACA JUGA:8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Kemlu RI Ungkap Modus yang Sedang Didalami

2. Periksa Tapak dan Dinding Ban

Tekanan ban yang tepat belum cukup. Kondisi fisik ban juga harus diperhatikan.

Periksa apakah terdapat retakan, benjolan, sobekan, benda asing seperti paku, atau kerusakan lain pada tapak dan dinding ban.

Perhatikan pula pola keausan. Jika ban aus tidak merata, masalahnya tidak selalu berasal dari ban. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan tekanan yang tidak tepat, ketidakseimbangan roda, spooring, atau komponen suspensi.

Alur ban yang semakin tipis juga mengurangi kemampuan ban mengalirkan air ketika jalan basah. Indikator keausan atau Tread Wear Indicator (TWI) dapat digunakan sebagai salah satu patokan untuk mengetahui kondisi tapak.

3. Jangan Mengabaikan Usia Ban

Ban dapat mengalami penuaan meskipun jarang digunakan.

Sumber: