Kelor Indonesia Diminati Dunia, China hingga Eropa Olah Jadi Teh, Suplemen dan Bahan Pangan
Bukan hanya di luar negeri, di dalam negeri pun kelor sudah diolah untuk produk kosmetik. -shopee--
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Daun kelor yang selama ini identik dengan sayur rumahan ternyata telah berkembang menjadi komoditas bernilai ekonomi di pasar internasional. Di berbagai negara, tanaman bernama ilmiah Moringa oleifera tersebut diolah menjadi bubuk, teh, kapsul, bahan pangan, hingga produk kesehatan dan kecantikan.
Kelor bahkan bukan tanaman asing bagi sejumlah negara tujuan ekspor. China telah mengembangkan budidaya dan penelitian kelor selama lebih dari satu abad. Tanaman ini juga tumbuh di berbagai kawasan tropis dan subtropis, termasuk Afrika, Asia, Amerika Latin, hingga sebagian wilayah Mediterania.
Lantas, mengapa daun kelor Indonesia tetap memiliki peluang di pasar luar negeri jika negara seperti China juga mampu membudidayakannya?
Jawabannya bukan sekadar soal apakah kelor bisa tumbuh atau tidak. Pasar internasional juga mempertimbangkan kualitas bahan baku, konsistensi pasokan, bentuk produk, pengolahan, sertifikasi, serta kemampuan produsen memenuhi standar keamanan pangan.
Kelor Bukan Tanaman Eksklusif Indonesia
Kelor merupakan tanaman yang berasal dari kawasan Asia Selatan. Dari wilayah asalnya, tanaman ini kemudian menyebar dan dibudidayakan di berbagai kawasan dunia.
Kelor sangat cocok dengan iklim tropis dan subtropis. Tanaman ini menyukai kondisi panas, mendapat sinar matahari cukup, serta memiliki kemampuan bertahan pada kondisi kering.
Karakter tersebut membuat kelor berkembang di berbagai negara Asia dan Afrika. Budidayanya juga telah menyebar ke kawasan Amerika Latin, Karibia, dan sejumlah wilayah lain yang memiliki iklim sesuai.
Karena itu, anggapan bahwa kelor hanya tumbuh di Indonesia tentu tidak tepat.
China bahkan telah mengenal dan mengembangkan tanaman kelor sejak lebih dari 100 tahun lalu. Penelitian mengenai adaptasi, budidaya, varietas, hingga pengembangan industri kelor terus dilakukan.
Artinya, Indonesia bukan satu-satunya negara penghasil kelor.
Namun, kondisi tersebut justru menunjukkan bahwa kelor telah berubah menjadi komoditas global.
Mengapa Eropa Tidak Banyak Menanam Kelor?
Pertanyaan lain yang menarik adalah apakah kelor dapat tumbuh di Eropa.
Jawabannya, bisa di wilayah tertentu, tetapi tidak ideal untuk sebagian besar wilayah Eropa.
Kelor merupakan tanaman yang menyukai panas. Suhu rendah dan embun beku menjadi salah satu kendala utama dalam budidayanya.
Sumber: diolah dari berbagai sumber

