Hari Menulis Surat Sedunia: Surat Kartini, Martin Luther King Jr., dan Einstein yang Mengubah Sejarah
Buku Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang yang berisi kumpulan surat-suratnya, yang mengubah sejarah Indoensia. -Kemendikbud--
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Setiap 1 September, dunia memperingati Hari Menulis Surat Sedunia. Di tengah dominasi pesan instan dan komunikasi digital, peringatan ini menjadi pengingat bahwa surat pernah menjadi medium penting untuk menyampaikan gagasan, perasaan, kritik, bahkan pemikiran yang kemudian menjadi bagian dari sejarah.
Hari Menulis Surat Sedunia digagas penulis, seniman, dan fotografer asal Australia Richard Simpkin pada 2014. Gagasan tersebut lahir dari kecintaannya terhadap surat tulisan tangan dan pengalamannya berkirim surat dengan tokoh-tokoh yang dianggapnya sebagai legenda Australia. Simpkin juga menggelar lokakarya menulis surat untuk memperkenalkan kembali tradisi tersebut kepada generasi muda.
Jauh sebelum era internet, surat menjadi salah satu cara utama manusia menjaga hubungan, menyampaikan informasi, bertukar gagasan, hingga mencatat peristiwa penting. Jejak tradisi korespondensi bahkan telah ditemukan sejak peradaban kuno, sementara surat-surat dari masa lalu kini menjadi sumber penting bagi peneliti untuk memahami kehidupan pribadi, sosial, politik, dan sejarah.
Surat Kartini dan Perjuangan Perempuan Indonesia
Di Indonesia, salah satu warisan surat paling terkenal berasal dari Raden Ajeng Kartini. Pahlawan nasional tersebut aktif berkorespondensi dengan sahabat-sahabatnya di Belanda.
Isi surat Kartini tidak sekadar bercerita tentang kehidupan pribadi. Korespondensinya memuat pemikiran mengenai pendidikan, kedudukan perempuan, kemandirian, tradisi, serta ketidakadilan yang dialami perempuan pada zamannya.
Setelah Kartini wafat, surat-surat tersebut dihimpun oleh J.H. Abendanon dan diterbitkan menjadi buku Door Duisternis tot Licht pada 1911. Buku itu kemudian dikenal luas di Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang. Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat kumpulan surat tersebut sebagai bagian penting dari warisan pemikiran Kartini mengenai kemajuan dan pendidikan perempuan.
Karena itulah, surat-surat Kartini memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Indonesia. Tulisan yang awalnya ditujukan kepada sahabat dan relasi di luar negeri tersebut kemudian menjadi dokumen yang membantu masyarakat memahami gagasan Kartini mengenai masa depan perempuan Indonesia.
Martin Luther King Jr. Menulis dari Balik Penjara
Contoh lain datang dari Amerika Serikat melalui Martin Luther King Jr. Pada 16 April 1963, tokoh gerakan hak sipil tersebut menulis Letter from Birmingham Jail ketika berada di penjara Birmingham, Alabama.
Surat itu dibuat sebagai tanggapan terhadap kritik sejumlah pemimpin agama lokal yang menilai aksi demonstrasi gerakan hak sipil yang dipimpin King terlalu keras dan tidak tepat waktu.
Dari balik sel, King justru menjelaskan alasan pentingnya aksi langsung tanpa kekerasan untuk melawan ketidakadilan dan segregasi rasial. Surat tersebut kemudian beredar dalam berbagai bentuk, diterbitkan di sejumlah media, dan menjadi salah satu tulisan penting dalam sejarah gerakan hak sipil Amerika Serikat.
Yang membuat surat King begitu fenomenal adalah konteksnya. Ia tidak menulis dari ruang kerja yang nyaman, melainkan dari penjara. Namun, keterbatasan itu tidak menghalanginya menuangkan argumentasi mengenai keadilan, hukum, moralitas, dan perjuangan melawan diskriminasi.
Surat Albert Einstein dan Peringatan Ancaman Senjata Nuklir

Surat dari Albert Einstein divalidasi oleh The Hebrew University of Jerusalem, tempat Einstein mewariskan catatan, surat, dan rekamannya. Inset: potret Albert Einstein pada 1935 yang diambil di Princeton. -Koran jakarta--
Surat bersejarah lainnya datang dari ilmuwan Albert Einstein. Pada 1939, Einstein bersama fisikawan Leo Szilard terlibat dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Franklin D. Roosevelt.
Surat tersebut memperingatkan pemerintah Amerika mengenai kemungkinan pengembangan senjata berbasis reaksi nuklir dan potensi penggunaan uranium sebagai sumber energi untuk menghasilkan senjata dengan daya ledak sangat besar.
Korespondensi itu menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian peristiwa yang kemudian membawa pemerintah Amerika meningkatkan perhatian terhadap penelitian nuklir. Surat tersebut menunjukkan bagaimana sebuah dokumen tertulis dapat menjadi pemicu komunikasi antara ilmuwan dan pengambil kebijakan pada saat dunia menghadapi ancaman perang.
Ketika Surat Menjadi Dokumen Sejarah
Sumber: national today dan berbagai sumber lainnya

