Karnaval Budaya Mangliawan Diikuti 3.000 Warga, UMKM Ikut Ketiban Rezeki
Kepala Desa Mangliawan, Moch Ja'i beserta Ibu foto bersama saat sebelum acara berlangsung-Agsant-diswaymalang.id
MANGLIAWAN, DISWAYMALANG.ID--MANGLIAWAN, DISWAYMALANG.ID-- Ribuan warga memadati jalan-jalan Desa MANGLIAWAN, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Minggu (30/8/2026). Mereka turun ke jalan mengikuti Karnaval Budaya MANGLIAWAN dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Tak kurang dari 2.500 hingga 3.000 warga dari berbagai RT dan RW ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung sejak sore hingga malam tersebut. Beragam kreasi warga menjadi daya tarik utama sekaligus menghadirkan suasana pesta rakyat di tengah permukiman.
Bagi Pemerintah Desa Mangliawan, kemeriahan tersebut bukan sekadar agenda tahunan untuk menghibur masyarakat. Karnaval yang digelar setiap dua tahun sekali itu sekaligus menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menjaga tradisi lokal, menumbuhkan nasionalisme, dan membuka kesempatan ekonomi bagi warga.
Kepala Desa Mangliawan Mochamad Ja'i mengatakan, karnaval budaya tersebut merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Menurutnya, pelaksanaan tahun ini tidak sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi juga membawa pesan penting mengenai pelestarian budaya dan penguatan rasa nasionalisme di tengah masyarakat.
"Acara ini menjadi bagian dari upaya kita untuk melestarikan budaya sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat," ujar Mochamad Ja'i.
Karnaval tersebut melibatkan sekitar 2.500 hingga 3.000 warga yang berasal dari berbagai RT dan RW di Desa Mangliawan, Minggu (30/8/2026). Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan warga dalam menampilkan berbagai kreasi dan pertunjukan dalam rangkaian karnaval.
Ja'i menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan dan persaudaraan antarwarga. Momentum peringatan kemerdekaan dimanfaatkan untuk kembali mengingat perjuangan serta jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Kepala Desa Mangliawan beserta rombongan saat acara berlangsung, Minggu (30/8-Agsant-diswaymalang.id
Tak hanya aspek budaya dan nasionalisme, keberadaan karnaval juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga.
Sepanjang rute karnaval, masyarakat diberikan ruang untuk mengembangkan dan memasarkan produk UMKM lokal.
"Harapannya kegiatan ini juga bisa mendongkrak perekonomian masyarakat, terutama UMKM yang berjualan di sepanjang rute karnaval," imbuhnya.
Karnaval dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung dalam dua sesi, yakni sore hingga malam hari.
Pembagian waktu tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati kemeriahan hingga malam.
Dari sisi keamanan, pelaksanaan karnaval mendapat dukungan berbagai unsur masyarakat dan aparat.
Sumber:












