81 tahun RI Disway

Sanusi Minta Calon PMI Kabupaten Malang Kuasai Keterampilan dan Bahasa

Sanusi Minta Calon PMI Kabupaten Malang Kuasai Keterampilan dan Bahasa

Abah Sanusi saat menyampaikan sambutan acara Soft Launching Malang Migrant Center-Agsant-diswaymalang.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Bupati Malang M Sanusi mendorong calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malang mendapatkan pembekalan keterampilan dan kemampuan bahasa sebelum berangkat ke luar negeri. Hal tersebut dinilai penting agar PMI memiliki kompetensi dan mampu bersaing di pasar kerja global.

Dorongan tersebut disampaikan Sanusi saat menghadiri soft launching Malang Migrant Center (MMC) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026). Acara tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, jajaran kementerian/lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait.

Sanusi mengapresiasi hadirnya MMC sebagai instrumen untuk memperkuat perlindungan, pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang yang bekerja sebagai PMI.

BACA JUGA:Malang Migrant Center Diluncurkan di Malang, Kadin Siap Bangun Kolaborasi

Ia berharap MMC tidak hanya menjadi tempat pelayanan administratif. Pusat tersebut harus berkembang menjadi pusat edukasi, pemberdayaan, pembinaan serta penguatan UMKM bagi PMI dan keluarganya.


Sanusi dan Bu Nyai Lathifah menyambut kedatangan Muhaimin Iskandar di Pendopo Agung Bupati, Rabu 26/08-Agsant-diswaymalang.id

“Para migran ini berdaya dan berprestasi serta sebelum berangkat nanti edukasi untuk keterampilannya dan bahasanya, beserta pendidikan yang lainnya,” kata Sanusi.

Menurut Sanusi, kontribusi PMI telah memberikan dampak terhadap perkembangan ekonomi sejumlah desa di Kabupaten Malang. Salah satu yang dicontohkannya adalah Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, yang disebut berkembang pesat berkat kontribusi masyarakat yang bekerja sebagai pekerja migran.

BACA JUGA:Proyek Tol Malang-Selatan Makin Serius, FS Ditarget Rampung Desember 2026

“Lebih maju desanya dari kecamatan. Itu berkat para buruh migran,” ungkapnya.

Karena itu, Sanusi meminta Dinas Tenaga Kerja bersama perguruan tinggi dan pihak terkait memperkuat program pembekalan dan pemberdayaan PMI sejak sebelum keberangkatan.

Ia menilai PMI seharusnya tidak hanya dipandang sebagai tenaga kerja yang dikirim ke luar negeri. Mereka harus berangkat secara legal, memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja, memahami bahasa negara tujuan serta mendapatkan perlindungan selama bekerja.


Muhaimin Iskandar bersama Sanusi memberikan apresiasi dan bantuan kepada calon pekerja migran indonesia-Agsant-diswaymalang.id

Di sisi lain, pemerintah juga perlu menyiapkan program setelah PMI pulang. Penghasilan, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri diharapkan dapat menjadi modal untuk membuka usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sumber:

Berita Terkait