81 tahun RI Disway

Demo 27 Agustus Makin Beragam, dari RUU Perampasan Aset hingga Evaluasi MBG

Demo 27 Agustus Makin Beragam, dari RUU Perampasan Aset hingga Evaluasi MBG

Jelang demo RUU Perampasan Aset di DPR, polisi klarifikasi isu pemblokiran rekening donasi AMPB. -Nasional---

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID--Kompleks parlemen Senayan kembali menjadi tujuan berbagai kelompok masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pada Kamis, 27 Agustus 2026, besok. Sejumlah elemen dari berbagai daerah telah menyiapkan agenda masing-masing menjelang aksi di Gedung DPR/MPR RI.

Menariknya, massa yang akan berkumpul tidak membawa satu paket tuntutan. Ada yang mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi, ada yang mengkritisi berbagai persoalan nasional, sementara kelompok lainnya justru datang membawa dukungan terhadap program pemerintah.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat. Salah satu kelompok, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), menyatakan aksi akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

AMPB Desak RUU Perampasan Aset

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjadi salah satu kelompok yang membawa isu pemberantasan korupsi ke depan DPR.

Tuntutan utama AMPB adalah mendorong DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. Kelompok tersebut juga membawa tuntutan terkait pemberantasan korupsi, termasuk dorongan pemberian hukuman berat bagi koruptor.

Perwakilan Tim Advokasi AMPB Vander Waruwu mengatakan DPR setidaknya perlu memberikan komitmen tertulis apabila pengesahan RUU Perampasan Aset belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

"Untuk skema aksi, kita berharap untuk disahkannya RUU Perampasan Aset sesuai dengan tuntutan kita atau DPR RI memberikan pernyataan sikap tertulis akan segera mengesahkan RUU tersebut segera mungkin," kata Vander.

AMPB juga membawa sejumlah persoalan dari Kabupaten Pati ke tingkat nasional, termasuk perkara yang berkaitan dengan Bupati Pati Sudewo.

GERAM Bawa Isu Korupsi hingga Demokrasi

Agenda berbeda disiapkan Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat atau GERAM.

Kelompok yang terdiri atas elemen mahasiswa dan masyarakat sipil tersebut mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia. GERAM menyatakan aksinya merupakan bentuk pengawasan publik terhadap pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran DPR.

Isu yang dibawa lebih luas, mulai dari korupsi, ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan hingga demokrasi.

Koordinator Aksi GERAM Ahmad Mixel juga meminta pimpinan DPR menemui langsung peserta aksi untuk berdialog.

"Kami menuntut Ketua dan Wakil Ketua DPR RI hadir langsung menemui massa aksi untuk berdialog secara nyata dan setara, bukan sekadar respons simbolis," ujar Ahmad.

GERAM disebut membawa sekitar 10 tuntutan dalam aksi tersebut.

Relawan Prabowo Justru Dukung MBG

Sumber: harian.disway.id dan berbagai sumber lainnya

Berita Terkait