Gus Baha Ungkap Makna Doa yang Sering Disalahpahami, Bukan Sekadar Meminta kepada Allah
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dalam pengajian tentang doa, rezeki, kemuliaan, kemudaan beragama, serta taubat. -youtube alur hidup--
Dalam sebuah ceramah yang panjang, KH Ahmad Bahauddin Nusalim atau Gus Baha membahas doa, rezeki, kemuliaan, kemudahan beragama, serta taubat. Disway Malang menurunkannya dalam tulisan bersambung. Berikut ini seri 1 tentang menempatkan doa sebagai ibadah dan bentuk penghambaan.
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Gus Baha menjelaskan makna doa dalam Islam yang sering dipahami sebatas permintaan kepada Allah. Menurut KH Ahmad Bahauddin Nursalim, doa memiliki kedudukan jauh lebih penting karena merupakan bagian dari ibadah.
Pandangan tersebut membuat seseorang tidak seharusnya mengukur doa hanya dari cepat atau lambatnya sebuah keinginan terwujud. Ada nilai ibadah dalam proses seorang hamba memanjatkan doa kepada Allah.
Gus Baha juga mengingatkan agar seorang muslim tidak menempatkan doa seolah-olah sebagai cara untuk mengatur Allah sesuai keinginannya.
Doa Merupakan Bagian Dari Ibadah
Dasar penting mengenai kedudukan doa terdapat dalam hadis Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan Imam Tirmidzi.
Dalam hadis tersebut disebutkan, “Doa adalah ibadah.”
Hadis itu kemudian dikaitkan dengan firman Allah dalam QS Al-Ghafir ayat 60 yang memerintahkan manusia untuk berdoa kepada-Nya.
Artinya, berdoa bukan aktivitas yang hanya dilakukan ketika seseorang sedang memiliki masalah. Doa justru menjadi salah satu bentuk penghambaan manusia kepada Allah.
Karena itu, seseorang tetap memiliki alasan untuk berdoa meskipun keinginannya belum terwujud.
Gus Baha: Jangan Menggurui Allah
Gus Baha menjelaskan bahwa dalam berdoa seseorang harus memahami posisinya sebagai hamba. Manusia meminta, sedangkan Allah yang menentukan apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Salah satu pesan penting Gus Baha dalam pembahasan mengenai doa adalah, “Jangan menggurui Allah.”
Pesan tersebut bukan berarti manusia dilarang menyampaikan keinginan secara rinci. Namun, seorang muslim perlu memahami bahwa Allah lebih mengetahui akibat dari sesuatu yang diminta manusia.
Keinginan manusia terbatas pada apa yang diketahui saat ini. Sementara itu, Allah mengetahui masa lalu, keadaan sekarang, sekaligus akibat dari sesuatu yang akan terjadi.
Dengan cara pandang tersebut, doa tidak berhenti pada kalimat meminta. Doa juga menjadi latihan untuk menyerahkan hasil kepada Allah setelah manusia menyampaikan kebutuhannya.
Allah Memerintahkan Hamba-Nya Berdoa
Al-Qur'an secara tegas memuat perintah untuk berdoa.
Dalam QS Al-Ghafir ayat 60, Allah berfirman bahwa manusia diminta berdoa kepada-Nya dan Dia akan memperkenankan doa tersebut.
Sumber: youtube alur hidup












