Menu Maulid Nabi 1448 H: 10 Hidangan yang Cocok Disajikan untuk Jamaah
Sebuah keluarga sedang menikmati hidangan-Istockphoto-
BATU, DISWAYMALANG.ID–Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw 1448 Hijriah segera tiba. Pemerintah menetapkan Maulid Nabi sebagai hari libur nasional pada Selasa, 25 Agustus 2026, yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 H.
Momen tersebut biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pembacaan selawat dan Barzanji, pengajian, tausiyah, hingga doa bersama. Tradisi tersebut juga kerap menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi makanan dengan jamaah dan warga sekitar.
Karena itu, menyiapkan menu Maulid Nabi menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting. Hidangan yang disajikan tidak harus mewah. Yang terpenting mudah dibagikan, cukup mengenyangkan, tidak berlebihan, dan tetap mencerminkan semangat berbagi.
Berikut sejumlah rekomendasi menu yang dapat menjadi pilihan untuk peringatan Maulid Nabi 1448 H.
1. Nasi Berkat, Menu Utama yang Praktis
Nasi berkat menjadi salah satu pilihan yang cocok untuk kegiatan Maulid Nabi, terutama jika makanan akan dibawa pulang dan dibagikan kepada jamaah atau warga sekitar.
BACA JUGA:Desa Pendem Kota Batu Punya Jejak Candi Mataram Kuno, Ternyata Ini Asal-usul Namanya
Isinya bisa berupa nasi putih, ayam goreng atau bakar, mie, sayuran, sambal, serta kerupuk. Panitia juga dapat menggunakan nasi kuning dalam kemasan individual agar lebih praktis.
Untuk acara dengan jumlah jamaah besar, konsep nasi kotak dapat menjadi pilihan karena pembagiannya lebih mudah dan porsinya dapat disesuaikan dengan anggaran.
2. Nasi Kebuli atau Nasi Mandhi
Jika ingin menghadirkan menu dengan nuansa berbeda, nasi kebuli atau nasi mandhi dapat menjadi alternatif.
Keduanya memiliki aroma rempah yang kuat dan biasanya disajikan bersama ayam atau daging. Menu ini cocok untuk acara keluarga maupun pengajian yang mengusung konsep makan bersama.
3. Ayam Ingkung untuk Makan Bersama
Ayam ingkung dapat menjadi pilihan jika acara Maulid Nabi digelar dengan konsep makan bersama.
Ayam utuh biasanya ditempatkan sebagai sajian utama dalam tradisi selamatan atau tumpengan. Hidangan ini juga dapat dipadukan dengan nasi, urap, sambal, dan berbagai lauk pendamping.
4. Rendang atau Semur Daging
Rendang dan semur daging dapat menjadi pilihan lauk karena rasanya relatif disukai berbagai kalangan.
Kedua menu tersebut juga dapat disiapkan dalam jumlah banyak sehingga cocok untuk acara dengan jamaah yang cukup besar.
5. Opor Ayam dan Sayur Lodeh
Menu berkuah seperti opor ayam dan sayur lodeh bisa menjadi pelengkap untuk menyeimbangkan sajian lauk yang memiliki cita rasa kuat.
Keduanya juga relatif familiar bagi masyarakat sehingga mudah diterima berbagai kelompok usia.
6. Jajanan Pasar untuk Teman Pengajian
Jajanan pasar dapat disiapkan sebagai hidangan ringan sebelum atau setelah acara utama.
BACA JUGA:Muktamar Ke-35 NU: Panlok Tambakberas Uji Skema Peserta dari Stasiun hingga Penginapan
Beberapa pilihan yang cocok antara lain lemper, risoles, dadar gulung, kue apem, dan wajik. Variasi jajanan tersebut juga memungkinkan panitia menyesuaikan jenis makanan dengan anggaran yang tersedia.
7. Kolak dan Aneka Hidangan Manis
Kolak pisang, bubur sumsum, atau bubur ketan hitam dapat menjadi alternatif hidangan penutup.
Sementara untuk acara yang berlangsung pada siang hari, es buah atau es kelapa dapat disajikan sebagai minuman penyegar.
8. Roti dan Kue Kering
Untuk acara yang berlangsung cukup lama, roti sobek, roti bakar, atau kue kering bisa menjadi camilan tambahan.
Menu seperti nastar, putri salju, dan sagu keju juga mudah disajikan tanpa membutuhkan peralatan makan khusus.
9. Teh, Kopi, dan Minuman Hangat
Jika pengajian atau pembacaan selawat digelar malam hari, teh, kopi, jahe, atau minuman hangat lainnya dapat menjadi pilihan.
BACA JUGA:Muktamar Ke-35 NU Makin Dekat, PWNU Jateng Serukan 6 Sikap: Tolak Politik Uang dan Intervensi
Panitia sebaiknya menyediakan minuman dalam ukuran yang praktis agar mudah dibagikan kepada jamaah.
10. Nasi Berkat untuk Sedekah
Selain menyediakan makanan bagi jamaah, panitia dapat menyiapkan sebagian makanan dalam bentuk nasi berkat untuk dibagikan kepada warga sekitar.
Konsep tersebut membuat peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan berkumpul, tetapi juga momentum berbagi kepada masyarakat.
Jangan Berlebihan, Utamakan Kebersamaan
Dalam menyiapkan menu Maulid Nabi, panitia tidak harus menyediakan terlalu banyak jenis makanan. Kombinasi satu menu utama, dua lauk, satu sayuran, satu jajanan, dan minuman sudah cukup untuk acara sederhana.
Perencanaan jumlah makanan juga penting agar tidak terjadi pemborosan. Jika jumlah jamaah sudah diketahui, porsi dapat disesuaikan sejak awal.
Kegiatan memasak secara gotong royong juga dapat menjadi bagian dari rangkaian acara. Selain membantu menekan biaya, aktivitas tersebut dapat mempererat hubungan antarjamaah.
BACA JUGA:Muktamar Ke-35 NU Tinggal 4 Hari, 556 Cabang Sudah Ditetapkan, Panitia Perketat Registrasi
Dengan menu yang sederhana tetapi disiapkan dengan penuh kebersamaan, peringatan Maulid Nabi 1448 H dapat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian melalui tradisi berbagi.
Sumber:

