Pemdes Sidomulyo Inisiasi Kerja Sama Karantina, Permudah Ekspor Bunga Kota Batu
Hamparan tanaman bunga di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu -Sholeh/Diswaymalang -
BATU, DISWAYMALANG.ID – Pemerintah Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, berencana menggandeng Badan Karantina untuk mempermudah distribusi komoditas bunga.
Langkah ini diambil guna memotong rantai birokrasi dan menekan risiko kerusakan tanaman. Sekaligus membuka peluang bagi petani dan pedagang lokal untuk menembus pasar ekspor.
Selama ini, proses karantina yang lokasinya jauh di Surabaya menjadi kendala utama bagi pelaku usaha bunga di wilayah Sidomulyo. Kondisi tersebut dinilai menghambat upaya perluasan pasar hingga ke luar daerah dan luar negeri.
BACA JUGA:Magang Nasional 2026 Batch 2 Dibuka September, Cek Syarat, Uang Saku dan Jadwal Lengkap
Kepala Desa Desa Sidomulyo Subandri menyatakan pihaknya siap memfasilitasi kerja sama tersebut karena dinilai sangat dibutuhkan warga.
“Kalau memang itu sangat diperlukan maka akan kami lakukan, karena itu sangat membantu bagi warga kami, khususnya pedagang yang ingin mengeksplor bahkan ke luar negeri itu sudah banyak,” katanya, Kamis (20/8/2026).
Ia menambahkan, sumber daya manusia di Desa Sidomulyo sudah cukup mendukung untuk mengembangkan perdagangan bunga hingga ke pasar internasional. Yang dibutuhkan saat ini adalah kemudahan akses layanan pendukung.
BACA JUGA:ASN Pitulasan Pemkot Batu Bikin Balai Kota Riuh, 6 Lomba Jadi Adu Seru Antar-OPD
Salah satu keluhan terbesar petani dan pedagang adalah akses layanan karantina yang harus ditempuh hingga ke Surabaya. Jarak tempuh yang jauh membuat proses pengiriman menjadi lebih lama dan biaya operasional meningkat.
Padahal, urai Subandri, bunga merupakan komoditas yang rentan dan membutuhkan penanganan cepat. Keterlambatan dalam proses karantina dapat berdampak langsung pada kualitas tanaman.
“Karantina karena memang bunga-bunga itu ada kendala di situ memang, sehingga petani merasa sangat sulit jika mau masuk mengeksplor,” jelasnya.
Ia menjelaskan, bunga yang terlalu lama dalam perjalanan dan pemeriksaan berpotensi mengalami stres. Jika kualitas turun, maka petani yang akan menanggung kerugian.
Untuk mengatasi hal itu, Pemdes Sidomulyo akan segera membangun komunikasi dengan Badan Karantina. Rencananya akan diadakan pertemuan untuk membahas kebutuhan layanan, termasuk kemungkinan penyederhanaan perizinan.
Sumber:











