Sejarah Kota Batu: Dari Swiss Kecil hingga Perlawanan Heroik Melawan Belanda
Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati Kota Batu -Sholeh/Diswaymalang -
BATU, DISWAYMALANG.ID–Kota Batu yang kini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur ternyata memiliki sejarah panjang. Kota di lereng pegunungan ini bukan hanya menyimpan panorama alam dan udara sejuk, tetapi juga jejak perjuangan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dengan wilayah yang berada di kawasan pegunungan, Batu sejak dahulu memiliki karakter sebagai daerah berudara sejuk dan memiliki panorama alam yang indah. Kondisi tersebut membuat Batu berkembang sebagai kawasan peristirahatan sejak masa pemerintahan kolonial Belanda.
Bahkan, Batu pernah dikenal dengan julukan De Kleine Switzerland atau Swiss Kecil karena suasananya yang dianggap menyerupai kawasan pegunungan di Swiss.
Batu Menjadi Kawasan Peristirahatan Belanda
Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Batu telah menjadi tempat beristirahat bagi pejabat dan warga Belanda.
Sejumlah kawasan dipenuhi vila dan rumah peristirahatan. Deretan bangunan tersebut antara lain berkembang di sepanjang jalur Beji hingga Temas.
BACA JUGA:HUT ke-81 RI di Kota Batu, Nurochman Tekankan Pembangunan Harus Dirasakan Semua Warga
Kawasan utara mulai Bendo hingga Junggo juga menjadi lokasi rumah peristirahatan. Sementara di bagian barat, wilayah sekitar Jalan Metro hingga Songgoriti turut berkembang sebagai kawasan hunian dan tempat beristirahat.
Setiap akhir pekan, vila-vila tersebut ramai dikunjungi pemiliknya. Kondisi ini membuat Batu semakin dikenal sebagai daerah peristirahatan.
Belanda juga membangun sejumlah fasilitas kesehatan dan sanatorium. Iklim Batu yang sejuk dianggap mendukung pemulihan kesehatan.
Kondisi alam, keberadaan vila dan fasilitas kesehatan tersebut kemudian memperkuat citra Batu sebagai Swiss Kecil.
Namun, suasana Batu berubah setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Pemuda Batu Ikut Mempertahankan Kemerdekaan
Proklamasi kemerdekaan tidak serta-merta membuat Indonesia terbebas dari ancaman. Belanda berusaha kembali menguasai wilayah Indonesia setelah Jepang menyerah.
BACA JUGA:Usia 100 Tahun, Veteran Supakim Ungkap Kisah Perjuangan hingga Rahasia Tetap Sehat
Para pemuda di berbagai daerah kemudian membentuk kelompok dan laskar untuk mempertahankan kemerdekaan.
Sumber:












