81 tahun RI Disway

Pengungsi Gempa M7,7 NTT Tidur Beralas Seadanya, Bantuan Terus Berdatangan

Pengungsi Gempa M7,7 NTT Tidur Beralas Seadanya, Bantuan Terus Berdatangan

Kondisi korban gempa M7.7 NTT masih banyak yang belum disentuh oleh bantuan, baik pemedintah daerah maupun pemerintah pusat.-dok disway---

KUPANG, DISWAYMALANG.ID--Dua hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, kondisi warga terdampak masih memprihatinkan. Sebagian pengungsi harus bertahan di tenda darurat maupun ruang terbuka dengan perlengkapan tidur yang terbatas.

Data terbaru menunjukkan dampak bencana terus diperbarui. Hingga Minggu sore, 16 Agustus 2026, BNPB mencatat 53 orang meninggal dunia, sementara 9.290 warga masih bertahan di sejumlah titik pengungsian. Angka tersebut dapat berubah seiring proses pendataan dan evakuasi di lapangan.

Gempa utama terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Guncangan kuat menyebabkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah Flores dan memicu kepanikan warga. Situasi diperumit oleh gempa susulan yang masih terjadi sehingga sebagian masyarakat memilih tetap berada di luar rumah.

Pengungsi Tidur dengan Peralatan Terbatas

Di sejumlah lokasi pengungsian, kebutuhan dasar masih menjadi perhatian. Warga terlihat menempati tenda sementara dan area terbuka dengan alas tidur seadanya.

Kondisi tersebut terutama menjadi persoalan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang mengalami luka akibat gempa.

Keterbatasan fasilitas tidak hanya berkaitan dengan tempat tidur. Ketersediaan air bersih, makanan, obat-obatan, penerangan, sanitasi, hingga kebutuhan perlindungan dari cuaca menjadi bagian penting dalam penanganan pengungsian.

Salah satu wilayah yang menghadapi tantangan akses adalah Pulau Palue di Kabupaten Sikka. Kondisi geografis kepulauan serta gangguan komunikasi dan listrik membuat distribusi bantuan membutuhkan koordinasi dan moda transportasi yang lebih kompleks.

Bantuan Pemerintah Mulai Dikirim ke Wilayah Terdampak

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, BNPB, TNI-Polri, Basarnas dan berbagai lembaga terkait terus melakukan penanganan darurat.

Bantuan logistik dikonsolidasikan melalui sejumlah titik distribusi sebelum diteruskan menuju wilayah yang terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pengiriman kebutuhan dasar sekaligus memastikan bantuan dapat menjangkau lokasi yang aksesnya tidak mudah.

Salah satu pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur udara menuju Maumere. Logistik yang dikirim mencakup kebutuhan darurat seperti obat-obatan, tenda, selimut, perlengkapan air bersih dan paket kebutuhan pokok.

Pemerintah juga mengoperasikan posko untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan unsur penanganan bencana.

SAR Fokus Evakuasi dan Penanganan Korban

Selain distribusi bantuan, operasi pencarian, pertolongan dan evakuasi terus menjadi prioritas.

Tim SAR bersama unsur gabungan melakukan penyisiran dan penanganan di lokasi yang dilaporkan terdampak. Proses tersebut dilakukan bersamaan dengan pendataan korban, pemeriksaan bangunan serta penanganan warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Sumber: disway.id dan berbagai sumber lain