Prabowo Setujui Insentif 1 Juta Motor Listrik, Alva dan Gesits Masuk Kandidat
Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan untuk memberikan insetif demi mengejar produksi 1 juta listrik hasil buatan dalam negeri. Program ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat dalam penggunaan bahan bakar minyak (BBM) impor.-Setpres--
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID-- Pemerintah mematangkan skema insentif untuk mendorong produksi 1 juta motor listrik di dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyetujui skema tersebut, sementara besaran anggarannya masih dalam tahap penghitungan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk program tersebut. Namun, pemerintah masih menghitung kebutuhan anggaran secara lebih rinci sebelum skema final ditetapkan.
“Skemanya sedang dimatangkan, tapi tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada,” kata Airlangga setelah Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, seperti dikutip Minggu (16/8/2026).
Airlangga belum menyebutkan nilai anggaran yang disiapkan pemerintah.
“Nanti kita lihat, karena nanti jumlahnya kita sedang hitung,” ujarnya.
Syarat Produsen Dapat Insentif
Airlangga menjelaskan, program tersebut diarahkan untuk memperkuat industri motor listrik nasional. Karena itu, produsen yang ingin mendapatkan insentif harus memenuhi sejumlah persyaratan terkait rantai pasok dan kesiapan ekosistem.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah ketersediaan baterai. Selain itu, ekosistem pendukung kendaraan listrik juga harus tersedia dan terintegrasi.
“Pertama tentu mesti ada baterainya, kedua ekosistemnya yang kemarin sudah disiapkan,” jelas Airlangga.
Dengan demikian, insentif yang tengah disiapkan pemerintah bukan sekadar untuk mendorong penjualan motor listrik. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok kendaraan listrik.
Alva dan Gesits Masuk Pembahasan
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga menyebut dua merek yang masuk dalam pembahasan program insentif produksi motor listrik nasional, yakni Alva dan Gesits.
Keduanya merupakan merek yang telah memiliki aktivitas produksi motor listrik di Indonesia.
Namun, penyebutan kedua merek tersebut belum dapat diartikan sebagai penetapan final penerima insentif. Pemerintah masih mematangkan persyaratan dan mekanisme program.
Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional
Program insentif tersebut tidak terlepas dari ambisi pemerintah mempercepat pengembangan industri motor listrik nasional.
Presiden Prabowo sebelumnya mengumumkan rencana pemberian insentif besar kepada perusahaan Indonesia yang mampu membangun kapasitas produksi motor listrik hingga 1 juta unit.
Sumber: disway.id dan berbagai sumber lainnya











