Como 1907 Punya Senjata yang Jarang Dimiliki Klub Serie A, Bukan Cuma Soal Uang
Como 1907 terus berkembang lewat investasi, gaya bermain, dan pembangunan stadion. Kini proyek keluarga Hartono menghadapi ujian di Liga Champions.-Yt Puncak Klasemen-Yt Puncak Klasemen
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Como 1907 semakin menarik perhatian di Serie A setelah berkembang dari klub promosi menjadi tim yang mampu bersaing di papan atas. Di balik perubahan tersebut terdapat kombinasi investasi pemilik, strategi perekrutan pemain, pembangunan infrastruktur, dan identitas permainan yang mulai terbentuk.
Klub yang dimiliki keluarga Hartono asal Indonesia itu kembali ke Serie A pada 2024. Hanya dua musim kemudian, Como mampu finis di posisi keempat Serie A 2025/2026 dan memperoleh tiket ke Liga Champions.
Pencapaian tersebut membuat Como tidak lagi dipandang sebagai klub yang sekadar berusaha bertahan di kasta tertinggi. Mereka mulai memasuki fase baru dengan tuntutan untuk mempertahankan performa sekaligus membangun sumber pendapatan yang lebih kuat.
Keunggulan Como tidak berhenti di bursa transfer
Como memang memiliki kemampuan finansial yang membuat mereka lebih leluasa bergerak di bursa transfer. Namun, investasi tersebut merupakan bagian dari proyek yang lebih luas.
Dalam beberapa musim terakhir, Como mendatangkan pemain dengan pengalaman di berbagai kompetisi Eropa. Klub juga berani berinvestasi kepada pemain yang masih memiliki potensi berkembang.
Data Transfermarkt menunjukkan Como mengeluarkan sekitar 126,9 juta euro untuk pembelian pemain pada musim 2025/2026. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding pemasukan transfer mereka pada periode yang sama.
Strategi seperti ini membuat saldo transfer Como negatif, tetapi manajemen melihat pengeluaran tersebut sebagai bagian dari pembangunan skuad. Tantangannya adalah memastikan investasi tersebut nantinya ikut meningkatkan performa dan pendapatan klub.
Mirwan Suwarso tidak menghindari pengawasan UEFA
Besarnya investasi membuat kondisi finansial Como menjadi perhatian. Presiden klub Mirwan Suwarso sebelumnya mengatakan Como telah berdiskusi dengan UEFA mengenai aturan finansial.
Menurut Mirwan, Como masih berada dalam fase pertumbuhan sehingga kondisi mereka tidak bisa disamakan begitu saja dengan klub-klub Eropa yang telah memiliki pendapatan besar selama bertahun-tahun.
Namun, ia menegaskan Como tetap ingin menjadi anggota UEFA yang baik dan mengikuti aturan. Jika nantinya klub terbukti melanggar regulasi, Mirwan menyatakan siap menerima hukuman yang diberikan.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Como memahami konsekuensi dari strategi investasi mereka. Klub tidak bisa hanya mengandalkan dukungan pemilik, terutama setelah masuk ke kompetisi Eropa.
Gaya bermain menjadi identitas baru
Faktor lain yang membuat Como berbeda adalah gaya permainan. Cesc Fabregas menjadi bagian penting dari proyek sepak bola klub.
Como mencoba memainkan sepak bola berbasis penguasaan bola dengan sirkulasi umpan yang terstruktur. Mereka berusaha membangun serangan dari belakang dan memanfaatkan ruang setelah berhasil melewati tekanan lawan.
Pendekatan tersebut memberikan warna berbeda di Serie A. Como tidak hanya mengandalkan permainan bertahan, tetapi berusaha menjadi tim yang aktif mengontrol pertandingan.
Sumber: yt puncak klasemen











