81 tahun RI Disway

Como 1907 Jadi Sorotan di Serie A, Strategi Cesc Fabregas Mulai Berbuah

Como 1907 Jadi Sorotan di Serie A, Strategi Cesc Fabregas Mulai Berbuah

Como 1907 berkembang pesat di bawah proyek keluarga Hartono dan Cesc Fabregas. Kini, Liga Champions menjadi ujian terbesar mereka.-Yt Puncak Klasemen-Yt Puncak Klasemen

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Como 1907 terus menarik perhatian setelah menjelma menjadi salah satu klub yang berkembang paling cepat di sepak bola Italia. Klub milik keluarga Hartono itu tidak hanya mengandalkan kekuatan finansial, tetapi juga membangun identitas permainan yang berbeda sejak Cesc Fabregas terlibat dalam proyek olahraga klub.

Perjalanan Como menuju level atas berlangsung dalam waktu relatif singkat. Setelah promosi ke Serie A pada 2024, mereka mampu beradaptasi dengan cepat. Pada musim 2025/2026, Como bahkan finis di posisi keempat dan mengamankan tiket ke Liga Champions.

Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa proyek jangka panjang Como mulai menunjukkan hasil. Namun, tantangan berikutnya jauh lebih berat karena mereka harus mempertahankan performa di Serie A sekaligus menghadapi persaingan Eropa.

Cesc Fabregas membangun identitas permainan

Salah satu perubahan paling menarik di Como adalah pendekatan permainan. Fabregas membawa filosofi sepak bola yang mengutamakan penguasaan bola, sirkulasi umpan, dan keberanian membangun serangan dari lini belakang.

Pendekatan tersebut cukup berbeda dengan stereotip sepak bola Italia yang sering dikaitkan dengan organisasi pertahanan dan permainan reaktif.

Como berusaha mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola. Ketika lawan memberikan tekanan tinggi, para pemain dituntut mampu memainkan bola dengan cepat untuk membuka ruang.

Strategi itu membuat Como memiliki karakter yang cukup jelas. Mereka tidak sekadar bertahan untuk mengejar hasil, tetapi berusaha mengendalikan permainan melalui struktur dan penguasaan bola.

Investasi pemilik mendukung proyek olahraga

Perkembangan Como tidak bisa dilepaskan dari dukungan finansial keluarga Hartono. Pemilik asal Indonesia tersebut memberikan sumber daya yang memungkinkan klub berinvestasi dalam pemain, staf, fasilitas, dan pengembangan bisnis.

Aktivitas transfer menjadi salah satu contohnya. Como mengeluarkan dana besar untuk meningkatkan kualitas skuad dalam beberapa musim terakhir.

Pada musim 2025/2026, catatan Transfermarkt menunjukkan Como menghabiskan sekitar 126,9 juta euro untuk mendatangkan pemain. Sementara pemasukan dari penjualan pemain berada jauh di bawah angka tersebut.

Strategi ini menunjukkan bahwa Como tidak sepenuhnya bergantung pada penjualan pemain untuk membiayai aktivitas transfer. Namun, pengeluaran besar tentu harus diimbangi dengan pertumbuhan pendapatan dan kepatuhan terhadap aturan finansial UEFA.

Mirwan Suwarso terbuka soal Financial Fair Play

Presiden Como Mirwan Suwarso sebelumnya mengungkapkan bahwa klub telah berkomunikasi dengan UEFA mengenai regulasi finansial.

Mirwan menilai Como memiliki kondisi berbeda dari klub-klub besar yang sudah bertahun-tahun berada di kompetisi Eropa. Como masih berada dalam tahap membangun bisnis dan meningkatkan pendapatan.

Meski begitu, ia tidak meminta Como dibebaskan dari aturan. Mirwan justru menyatakan klub siap menerima sanksi apabila memang terbukti melanggar regulasi.

Sumber: yt puncak klasemen