81 tahun RI Disway

Analisis Veda Ega Pratama di Moto3 Silverstone: P9 Bukan Hasil Maksimal, Ada Peluang Lebih Besar

Analisis Veda Ega Pratama di Moto3 Silverstone: P9 Bukan Hasil Maksimal, Ada Peluang Lebih Besar

Analisis Veda Ega Pratama di Moto3 Silverstone menunjukkan pace kompetitif. Finis P9 jadi modal, tetapi masih ada peluang meraih hasil lebih tinggi.-Yt Taufik TMCblog-Yt Taufik TMCblog

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Analisis Veda Ega Pratama pada Moto3 Silverstone 2026 memperlihatkan bahwa finis di posisi kesembilan belum sepenuhnya mencerminkan potensi pembalap Indonesia tersebut. Veda mampu menunjukkan pace yang kompetitif, tetapi kehilangan kontak dengan kelompok terdepan setelah sejumlah insiden di awal balapan.

Veda Ega Pratama sebenarnya mengawali Moto3 Inggris dengan modal yang cukup baik. Pada sesi practice, ia berhasil menempati posisi ketiga sehingga mendapatkan tiket langsung menuju Q2. Namun, hasil kualifikasi tidak sesuai harapan dan Veda harus memulai balapan dari posisi ke-15.

Meski demikian, Veda mampu memberikan respons positif ketika balapan dimulai. Ia langsung memperbaiki posisinya dan masuk ke kelompok 10 besar. Performa tersebut menjadi salah satu catatan positif dari penampilannya di Silverstone.

Pace Veda Sempat Kompetitif

Silverstone merupakan salah satu sirkuit yang memiliki karakter unik di kalender Moto3. Lintasannya panjang, lebar, dan mengalir sehingga slipstream menjadi salah satu faktor penting dalam perebutan posisi.

Pada beberapa lap awal, Veda mampu mengikuti ritme pembalap di depan. Bahkan, catatan waktunya tidak terlalu jauh dari David Almansa yang kemudian memenangkan balapan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama Veda bukan sepenuhnya soal kecepatan. Ia memiliki kemampuan untuk mengikuti ritme kelompok depan ketika jarak antarpembalap masih rapat.

Namun, situasi balapan kemudian berubah setelah sejumlah insiden terjadi.

Insiden Membuat Peluang Veda Berubah

Pada fase awal, rombongan pembalap sangat panjang. Pembalap yang berada di posisi depan hingga sekitar peringkat ke-17 masih berada dalam satu kelompok dengan jarak yang relatif dekat.

Veda berada di dalam rombongan tersebut dan sempat bersaing di sekitar posisi tujuh hingga 10. Namun, kecelakaan Adrian Cruces dan insiden yang melibatkan Hakim Danis membuat rombongan besar terpecah.

Veda berhasil menghindari insiden tersebut. Akan tetapi, ia kehilangan kontak dengan beberapa pembalap di kelompok depan.

Setelah itu, Veda harus berjuang di kelompok kedua. Situasi tersebut membuatnya kehilangan keuntungan slipstream yang sebelumnya membantu menjaga jarak dengan pembalap terdepan.

Dalam balapan Moto3, kehilangan kontak dengan rombongan utama dapat menjadi masalah besar. Pembalap harus mengejar dengan kemampuan sendiri, sementara rombongan di depan bisa terus meningkatkan jarak.

Strategi Ban Veda di Silverstone

Aspek lain yang menarik adalah pilihan ban Veda. Berdasarkan data yang dibahas setelah balapan, Veda menggunakan ban depan SC2 dan ban belakang SC1.

Pilihan tersebut berbeda dengan sejumlah pembalap di barisan depan yang menggunakan kombinasi SC2 depan dan belakang. Beberapa pembalap Honda juga memilih ban belakang SC1.

Sumber: yt taufik tmcblog

Berita Terkait