81 tahun RI Disway

Analisis Moto3 Inggris 2026: Veda Ega Pratama Punya Pace, tapi Kehilangan Momentum di Silverstone

Analisis Moto3 Inggris 2026: Veda Ega Pratama Punya Pace, tapi Kehilangan Momentum di Silverstone

Analisis Veda Ega Pratama di Moto3 Inggris 2026: start P15, bangkit ke P9, tetapi kehilangan peluang mengejar kelompok terdepan.-Yt Taufik TMCblog-Yt Taufik TMCblog

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Analisis penampilan Veda Ega Pratama pada Moto3 Inggris 2026 menunjukkan satu hal penting. Pembalap Indonesia tersebut mampu memperbaiki posisi secara signifikan dari titik awal balapan, meski pada akhirnya harus puas finis di urutan kesembilan.

Veda Ega Pratama memulai balapan Moto3 Inggris dari posisi ke-15. Posisi tersebut bukan sepenuhnya menggambarkan potensinya sepanjang akhir pekan karena ia sebelumnya tampil cukup baik pada sesi practice hingga berhak langsung masuk kualifikasi kedua.

Di balapan utama, Veda langsung menunjukkan respons positif. Ia mampu merangsek ke kelompok 10 besar sejak lap-lap awal dan sempat bersaing untuk posisi yang lebih tinggi. Namun, sejumlah insiden di depan membuat situasi balapan berubah dan Veda kehilangan kontak dengan rombongan utama.

Kualifikasi Membuat Veda Harus Bekerja Keras

Salah satu aspek menarik dalam analisis Moto3 Inggris adalah posisi start Veda. Pembalap Honda Team Asia itu sebenarnya memiliki modal dari sesi practice setelah mencatatkan waktu yang membuatnya lolos langsung ke Q2.

Namun, strategi di kualifikasi tidak berjalan sesuai rencana. Di Sirkuit Silverstone yang memiliki lintasan panjang, slipstream menjadi salah satu faktor penting bagi pembalap Moto3.

Veda mencoba memanfaatkan strategi tersebut. Akan tetapi, ritme keluar-masuk lintasan dan waktu yang tersedia tidak berjalan optimal. Strategi pergantian ban di penghujung sesi juga tidak menghasilkan lap time yang diharapkan.

Akibatnya, Veda hanya menempati posisi ke-16 di kualifikasi. Setelah Maximo Quiles absen karena cedera, posisi start Veda kemudian menjadi ke-15.

Kondisi ini membuat Veda harus mengambil risiko lebih besar sejak awal perlombaan jika ingin bergabung dengan kelompok depan.

Start Menjadi Salah Satu Kekuatan Veda

Strategi tersebut berhasil pada fase awal. Veda melakukan start dengan baik dan langsung memperbaiki beberapa posisi.

Ia bahkan mampu masuk ke kelompok 10 besar dan sempat terlibat pertarungan dengan Hakim Danis. Pada tahap ini, peluang Veda untuk mengejar posisi lebih tinggi masih terbuka.

Rombongan pembalap di depan juga sangat rapat. Selisih waktu antara pembalap terdepan hingga kelompok di belakangnya masih relatif kecil.

Kondisi tersebut seharusnya menguntungkan Veda karena persaingan Moto3 sangat dipengaruhi slipstream. Namun, situasi berubah setelah sejumlah pembalap mengalami insiden.

Rombongan Depan Terpecah

Kecelakaan Adrian Cruces menjadi salah satu momen penting dalam balapan Veda. Insiden tersebut terjadi ketika Veda berada tidak jauh dari area kejadian.

Veda berhasil menghindari insiden, tetapi efeknya terhadap posisi balapan cukup besar. Rombongan yang sebelumnya terdiri dari banyak pembalap mulai terpecah menjadi beberapa bagian.

Sumber: yt taufik tmcblog

Berita Terkait