81 tahun RI Disway

FEB UB Sambut 1.488 Mahasiswa Baru, Perkuat Internasionalisasi hingga Kampus Inklusif

FEB UB Sambut 1.488 Mahasiswa Baru, Perkuat Internasionalisasi hingga Kampus Inklusif

(kanan) Dekan FEB UB Abdul Ghofar, S.E., M.Si., MAcc., DBA., Ak., CA. (Tengah) Eri Awalil Fahri ketua panitia dosen (Dosen manajemen) (kiri) Ahmad Faisal Ramadhan (Prodi Ekonomi angkatan 2024 ketua pelaksana pkkmb mahasiswa)--Fairuz Ainur

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) menyambut 1.488 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026. Mengusung tema “Menapaki Cakrawala Pemikiran”, FEB UB menempatkan pengembangan kapasitas akademik mahasiswa sejalan dengan penguatan internasionalisasi, keberlanjutan, kesehatan mental, serta lingkungan kampus yang inklusif.

Jumlah mahasiswa baru tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.393 mahasiswa. Para mahasiswa baru itu tersebar pada program studi S1 yang ada di FEB UB.

Dekan FEB UB Abdul Ghofar mengatakan tema yang diusung tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi slogan dalam rangkaian PKKMB. Mahasiswa baru didorong untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan menghasilkan gagasan di bidang ekonomi dan bisnis.

“Melalui tema Menapaki Cakrawala Pemikiran, kami berharap mahasiswa baru tidak hanya sekadar belajar, tetapi mampu menjadi pemikir-pemikir andal di bidang ekonomi dan bisnis yang sanggup merancang sistem ekonomi bagi kemajuan bangsa,” ujar Abdul Ghofar saat ditemui di sela kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

FEB UB Perkuat Jejaring Internasional

Upaya memperluas reputasi akademik di tingkat global menjadi salah satu perhatian FEB UB. Subjek Accounting and Finance FEB UB tercatat berada di peringkat 351 dunia.

Sementara itu, bidang Business & Management serta Economics & Econometrics masing-masing berada di peringkat 456 dunia.

Untuk mendukung capaian tersebut, FEB UB menjalankan sejumlah program internasionalisasi. Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada delapan mahasiswa asing pada tahun ini.

Fakultas juga memberikan insentif bagi dosen yang menghasilkan publikasi pada jurnal bereputasi Scopus. Selain itu, terdapat program twinning class yang mempertemukan dosen asing dan praktisi dalam proses pembelajaran.

“Kami juga memfasilitasi mahasiswa melalui Overseas Academic Program dan program UB Star untuk magang maupun riset di luar negeri. Bagi dosen, ada program UB Pioneer yang membiayai mereka untuk mengajar di berbagai perguruan tinggi luar negeri, baik secara daring maupun luring,” kata Abdul Ghofar.

Kesehatan Mental dan Zero Bullying Jadi Perhatian

FEB UB tidak hanya menitikberatkan perhatian pada pencapaian akademik. Kesehatan mental mahasiswa dan pencegahan perundungan juga menjadi bagian dari pembekalan mahasiswa baru.

Sejak masa orientasi, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental. Kegiatan tersebut melibatkan psikolog dan tim ahli dari universitas.

FEB UB juga memiliki Unit Layanan Pengaduan dan Konseling (ULPK) yang dapat dimanfaatkan mahasiswa ketika menghadapi persoalan selama menjalani perkuliahan.

“Anti-bullying dan anti-kekerasan adalah bagian dari upaya menjaga kesehatan mental. Jika ada mahasiswa yang menghadapi masalah, kami telah menyediakan fasilitas konseling agar mereka tahu harus meminta bantuan ke mana,” jelas Abdul Ghofar.

Dalam penerapan prinsip inklusivitas, FEB UB juga menyatakan menerima keberagaman di lingkungan civitas akademika. Namun, penerapannya tetap ditempatkan dalam koridor budaya ketimuran.

Terkait isu LGBTQ, pihak fakultas menyebut pendekatan yang dilakukan bersifat positif dan edukatif, termasuk melalui layanan konseling serta pendampingan bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Terima Lima Mahasiswa Disabilitas

Sumber:

Berita Terkait