Persib Bebas dari Ban FIFA, Kasus Robert Rene Alberts Akhirnya Tuntas
Persib Bandung akhirnya bebas dari FIFA Registration Ban terkait kasus Robert René Alberts setelah persoalan lama tersebut diselesaikan manajemen.-Yt Nadara News Flash-Yt Nadara News Flash
BANDUNG, DISWAYMALANG.ID - Persib Bandung akhirnya mendapatkan kepastian positif terkait FIFA Registration Ban yang sempat muncul pada 10 Agustus 2026. Sanksi tersebut berkaitan dengan perkara lama yang melibatkan mantan pelatih Robert René Alberts. Pada 12 Agustus, Persib memastikan larangan tersebut telah dicabut setelah persoalan diselesaikan.
Sebelumnya, nama Persib tercantum dalam daftar FIFA Registration Ban dan membuat klub berada di bawah larangan pendaftaran pemain selama tiga periode. Kemunculan status tersebut terjadi ketika Maung Bandung sedang mempersiapkan diri menghadapi musim 2026/2027.
Situasi itu sempat menimbulkan kekhawatiran mengenai aktivitas transfer Persib. Namun, persoalan tersebut ternyata tidak berlangsung lama. Setelah melakukan langkah penyelesaian terhadap kasus lama, Persib akhirnya kembali terbebas dari sanksi FIFA.
Kasus lama Robert René Alberts
Persib menjelaskan bahwa FIFA Registration Ban tersebut bukan perkara baru yang muncul pada musim ini. Kasusnya berkaitan dengan laporan Robert René Alberts dan terjadi pada 2022, ketika pelatih asal Belanda tersebut masih memiliki hubungan kerja dengan Persib.
Robert René Alberts menangani Persib sejak 2019 hingga 2022. Setelah meninggalkan klub pada Agustus 2022, persoalan terkait hubungan kerja tersebut kemudian berkembang menjadi perkara yang dibawa ke mekanisme FIFA.
Pada 10 Agustus 2026, FIFA mencantumkan Persib dalam daftar Registration Ban. Status tersebut tercatat berlaku untuk tiga periode pendaftaran pemain. Kondisi ini membuat penyelesaian perkara menjadi penting bagi klub, terutama karena Persib tengah menyiapkan skuad untuk kompetisi baru.
Manajemen Persib langsung bergerak
Setelah mengetahui keputusan tersebut, manajemen Persib langsung mempelajari dokumen dan keputusan FIFA. Klub menyatakan akan menindaklanjuti setiap kewajiban yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Langkah cepat tersebut kemudian menghasilkan perkembangan dalam waktu singkat. Pada 12 Agustus, Persib memastikan FIFA telah mencabut Registration Ban yang berkaitan dengan kasus Robert René Alberts.
Dengan pencabutan tersebut, Persib tidak lagi menghadapi hambatan dari sanksi tersebut. Klub pun dapat kembali memusatkan perhatian pada persiapan kompetisi dan kebutuhan skuad musim 2026/2027.
Persoalan administratif tidak boleh berulang
Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan administratif dari masa lalu tetap dapat berdampak terhadap aktivitas klub bertahun-tahun kemudian. Bagi Persib, penyelesaian perkara dengan Robert René Alberts menjadi bagian penting untuk memastikan tidak ada lagi hambatan yang mengganggu persiapan musim baru.
Terlebih, Persib memiliki agenda kompetisi yang padat. Karena itu, kepastian mengenai status pendaftaran pemain menjadi salah satu hal yang harus dijaga manajemen.
Pencabutan Registration Ban juga memberikan ruang lebih besar bagi Persib untuk melanjutkan aktivitas transfer sesuai kebutuhan tim. Namun, klub tetap harus memastikan seluruh kewajiban administratif dan finansial kepada pihak terkait dipenuhi sesuai regulasi.
Fokus Persib kini beralih ke kompetisi
Dengan masalah tersebut telah diselesaikan, perhatian Persib kini dapat kembali diarahkan kepada persiapan menghadapi musim 2026/2027.
Sebelumnya, munculnya Registration Ban sempat menjadi perhatian Bobotoh karena terjadi menjelang kompetisi baru. Namun, penyelesaian dalam waktu singkat membuat persoalan tersebut tidak berkembang menjadi hambatan berkepanjangan.
Sumber: yt nadara news flash











