Malang Bidik Pasar Amerika Serikat, Kopi Dampit dan Alpukat Pameling Jadi Andalan
Robusta Malang Dampit yang menjadi primadona Kopi unggulan Kabupaten Malang-Agsant-diswaymalang.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Pemerintah Kabupaten Malang mulai menjajaki peluang memperluas pasar komoditas pertanian unggulan ke Amerika Serikat. Komunikasi dengan Konsulat Jenderal Amerika Serikat menjadi salah satu langkah awal untuk membuka peluang tersebut.
Dua komoditas yang diproyeksikan memiliki peluang adalah Kopi Dampit dan Alpukat Pameling. Keduanya selama ini dikenal sebagai produk unggulan Kabupaten Malang yang memiliki potensi untuk dikembangkan ke pasar internasional.
Penjajakan pasar Amerika Serikat tersebut belum berarti kedua komoditas itu sudah resmi diekspor ke negara tersebut. Langkah yang dilakukan saat ini lebih berkaitan dengan membuka akses, memetakan peluang pasar serta menyiapkan komoditas agar mampu memenuhi persyaratan perdagangan internasional.
Kopi Dampit Punya Rekam Jejak Pasar Internasional
Kopi Dampit menjadi salah satu komoditas yang memiliki modal kuat untuk dikembangkan ke pasar global. Kopi dari kawasan Malang Selatan tersebut telah lama dikenal sebagai salah satu produk kopi robusta unggulan.
Bahkan, kopi asal wilayah Dampit dan kawasan Amstirdam telah memiliki rekam jejak ekspor ke sejumlah negara. Kementerian Pertanian mencatat kopi dari Kabupaten Malang sebelumnya telah dikirim ke berbagai negara, termasuk Australia. Sementara catatan Bank Indonesia Malang juga menyebut kopi Dampit telah menembus pasar Korea, Jepang, Eropa dan Amerika.
Potensi tersebut masih bisa dikembangkan karena persoalan utama yang dihadapi bukan hanya pasar, tetapi juga kapasitas produksi.
Data yang pernah disampaikan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang menunjukkan kebutuhan dari mitra eksportir pernah mencapai sekitar 43 ribu ton per tahun, sedangkan produksi yang mampu dipenuhi petani Kabupaten Malang saat itu sekitar 13 ribu ton.
Data yang lebih baru pada 2025 menunjukkan kebutuhan mencapai sekitar 45 ribu ton, sementara Kabupaten Malang baru mampu menyuplai sekitar 15 ribu ton. Kekurangan pasokan tersebut masih dipenuhi dari daerah lain.
Kondisi ini sekaligus menunjukkan besarnya peluang yang masih bisa dimanfaatkan petani Kabupaten Malang apabila produksi dan kualitas kopi terus ditingkatkan.
Alpukat Pameling Disiapkan Jadi Komoditas Unggulan
Selain kopi, Alpukat Pameling juga menjadi komoditas yang tengah dikembangkan Pemkab Malang.
Alpukat Pameling merupakan salah satu varietas buah khas Kabupaten Malang dengan ukuran besar dan karakteristik yang menjadi daya tarik tersendiri. Pemerintah daerah bahkan telah menyiapkan pengembangan kawasan tanaman tersebut.
DTPHP Kabupaten Malang pada 2025 menyebut telah menyiapkan lahan sekitar 47 hektare untuk pengembangan Alpukat Pameling. Lahan tersebut tersebar di Lawang, Singosari, Karangploso dan Dampit.
Pengembangan sentra produksi menjadi penting apabila komoditas tersebut hendak diarahkan ke pasar ekspor. Sebab, pasar internasional tidak hanya membutuhkan produk dengan kualitas baik, tetapi juga kepastian volume, kontinuitas pasokan dan konsistensi mutu.
Karena itu, pembukaan pasar luar negeri harus diikuti dengan penguatan dari sisi hulu. Mulai dari kualitas bibit, teknik budidaya, panen, penanganan pascapanen hingga pengemasan perlu mendapatkan perhatian.
Tantangan Menembus Pasar Amerika Serikat
Peluang pasar Amerika Serikat tentu tidak cukup hanya bermodalkan komoditas yang memiliki kualitas bagus.
Sumber: dirangkum dari berbagai sumber






