Gus Baha Ingatkan Bahaya Menebak Isi Hati, Kisah Sahabat Nabi Ini Jadi Pelajaran
KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) -almunawwir.com--
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Gus Baha mengingatkan umat agar tidak gegabah dalam menilai seseorang, terutama ketika penilaian tersebut menyangkut niat atau isi hati yang tidak dapat diketahui secara pasti. Pesan itu disampaikan melalui kisah sahabat Nabi yang berkaitan dengan perintah untuk berhati-hati menerima dan menilai sebuah informasi.
Salah satu kisah yang disinggung adalah Muhallim bin Jatsamah dan Amir bin al-Adbat al-Asyja’i. Riwayat tersebut juga dikaitkan dengan kandungan QS An-Nisa ayat 94 yang memerintahkan orang beriman untuk melakukan tabayyun ketika berada dalam situasi peperangan dan tidak tergesa-gesa menilai seseorang yang menyampaikan salam atau tanda keislaman.
Dari kisah tersebut, Gus Baha menekankan satu persoalan penting: manusia tidak memiliki kemampuan untuk memastikan apa yang ada di dalam hati orang lain. Karena itu, penilaian tidak semestinya dibangun hanya berdasarkan dugaan terhadap niat seseorang.
Muhallim bin Jatsamah dan Peristiwa yang Dikaitkan dengan QS An-Nisa 94
Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah SAW mengutus sekelompok sahabat ke wilayah tertentu. Di antara mereka terdapat Muhallim bin Jatsamah.
Dalam perjalanan tersebut, mereka bertemu Amir bin al-Adbat al-Asyja’i. Amir menyampaikan salam dengan salam Islam. Namun, Muhallim kemudian menyerangnya dan membunuhnya karena sebelumnya terdapat persoalan di antara keduanya pada masa jahiliah. Setelah itu, barang milik Amir juga diambil.
Peristiwa tersebut kemudian dikaitkan oleh sejumlah ulama tafsir dengan turunnya QS An-Nisa ayat 94 yang berisi perintah untuk melakukan verifikasi dan tidak mengatakan kepada orang yang menyampaikan salam bahwa dirinya bukan seorang mukmin hanya karena dugaan tertentu.
Jangan Mengaku Tahu Isi Hati Orang
Bagian paling penting dari kisah tersebut adalah alasan yang muncul setelah tindakan itu dilakukan.
Dalam sejumlah riwayat, alasan bahwa ucapan keislaman tersebut hanya dimaksudkan untuk menyelamatkan diri tidak diterima sebagai dasar untuk mengabaikannya. Prinsip yang ditekankan adalah bahwa manusia tidak diperintahkan untuk membedah hati orang lain guna memastikan ketulusan niatnya.
Pesan serupa terlihat sangat jelas dalam hadis tentang Usamah bin Zaid. Dalam sebuah ekspedisi, seseorang yang dikejar Usamah mengucapkan kalimat syahadat. Usamah tetap membunuhnya karena menganggap orang tersebut mengucapkannya hanya untuk menyelamatkan diri.
Ketika peristiwa itu dilaporkan kepada Rasulullah SAW, beliau mempertanyakan tindakan Usamah dan mengingatkan bahwa manusia tidak mengetahui isi hati orang lain. Riwayat tersebut tercantum dalam hadis sahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim.
Kisah Muhallim dan Usamah Jangan Dicampur
Ada satu hal penting yang perlu diluruskan. Muhallim bin Jatsamah dan Usamah bin Zaid adalah dua tokoh berbeda dan dua peristiwa yang berbeda.
Keduanya memang memiliki kemiripan pesan, yakni mengenai seseorang yang telah menunjukkan tanda keislaman sementara pihak lain menduga bahwa tindakan tersebut dilakukan karena ingin menyelamatkan diri.
Kisah Muhallim berkaitan dengan Amir bin al-Adbat dan sering dibahas dalam tafsir QS An-Nisa ayat 94. Sementara kisah Usamah merupakan hadis tersendiri yang terkenal dengan teguran Rasulullah SAW setelah Usamah membunuh seseorang yang telah mengucapkan syahadat.
Riwayat Jasad Muhallim Ditolak Bumi
Dalam sejumlah riwayat sejarah disebutkan bahwa setelah Muhallim meninggal, jasadnya dimakamkan tetapi kemudian dikeluarkan oleh bumi. Riwayat tersebut menyebut kejadian serupa terjadi lebih dari sekali sebelum jasadnya akhirnya diletakkan di antara dua gunung dan ditinggalkan.
Riwayat mengenai hal ini memang tercatat dalam sumber-sumber sejarah, termasuk ath-Thabaqat al-Kubra. Namun, terdapat pula perbedaan riwayat mengenai detail kisah dan identifikasi tokohnya. Karena itu, bagian tersebut lebih tepat disampaikan sebagai riwayat yang disebutkan dalam sejumlah sumber, bukan sebagai fakta yang tidak memiliki perbedaan riwayat.
Jangan Gegabah Saat Menerima Informasi
Sumber: youtube






