Bromo Ditutup, Rantai Pariwisata Malang Raya Terancam, ASPPI Ungkap Dampaknya
Wisatawan sedang menikmati Gunung Bromo -Ig@tamannasionalbromo-
BATU, DISWAYMALANG.ID – Dampak penutupan Bromo mulai menjadi perhatian pelaku industri pariwisata Malang Raya setelah kawasan wisata Gunung Bromo ditutup akibat kebakaran hutan dan lahan.
Penutupan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi rantai ekonomi pariwisata yang selama ini bergantung pada tingginya kunjungan wisatawan ke Bromo. Efeknya tidak hanya dirasakan pengelola destinasi, tetapi juga travel agent, hotel, transportasi wisata, restoran, pemandu wisata hingga pelaku UMKM.
Ketua DPC Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Malang Raya Hendri Wijaya mengatakan pihaknya memahami keputusan penutupan kawasan Bromo demi keselamatan wisatawan dan petugas.
"Kami dari asosiasi pelaku pariwisata Malang Raya tentu prihatin dengan kondisi yang terjadi di kawasan Bromo. Yang pertama dan paling penting bagi kami adalah keselamatan," ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Bromo Jadi Penggerak Ekonomi Pariwisata
Menurut Hendri, Bromo bukan sekadar destinasi wisata. Keberadaan kawasan tersebut turut menggerakkan berbagai sektor usaha yang terhubung dengan perjalanan wisatawan di Malang Raya.
"Di sisi lain, kami memahami bahwa Bromo merupakan salah satu penggerak utama ekosistem pariwisata Malang Raya," katanya.
Ketika akses wisata Bromo ditutup, rantai usaha yang selama ini mendapatkan manfaat dari kunjungan wisatawan ikut terdampak.
Travel agent, misalnya, harus melakukan penyesuaian bahkan berpotensi membatalkan atau mengubah paket perjalanan. Hotel dapat menghadapi pembatalan reservasi, sedangkan operator jeep dan shuttle kehilangan sebagian permintaan perjalanan.
Dampak serupa berpotensi dirasakan restoran, pemandu wisata, hingga UMKM yang mengandalkan aktivitas wisatawan.
ASPPI Dorong Pendataan Dampak
Menghadapi kondisi tersebut, ASPPI Malang Raya mendorong dilakukan pendataan dampak secara menyeluruh.
Menurut Hendri, pendataan diperlukan agar pemerintah dan pelaku industri memiliki gambaran yang objektif mengenai kerugian yang muncul akibat penutupan kawasan Bromo.
"Kami sedang mendorong pendataan agar dampaknya bisa kita ukur secara objektif, bukan berdasarkan asumsi," tegasnya.
Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar bagi asosiasi untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, baik Pemerintah Kota Batu, Pemerintah Kabupaten Malang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Pendataan juga diharapkan dapat membantu menentukan langkah pemulihan apabila penutupan berlangsung dalam waktu yang cukup panjang.
Bromo Tutup Bukan Berarti Malang Raya Lumpuh
Meski mengakui adanya dampak ekonomi, ASPPI meminta masyarakat maupun wisatawan tidak menganggap penutupan Bromo sebagai penutupan seluruh destinasi di Malang Raya.
Sumber:


