81 tahun RI Disway

Menelusuri Rumah Dinas Bupati Malang, Bangunan Bersejarah yang Simpan Kamar Pusaka

Menelusuri Rumah Dinas Bupati Malang, Bangunan Bersejarah yang Simpan Kamar Pusaka

Kamar Pusaka yang ada di dalam rumah dinas Bupati Malang, selama bertahun-tahun dikaitkan dengan keberadaan pusaka dan tradisi masa lalu--

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Kabupaten Malang tidak hanya memiliki bentang alam pegunungan, perkebunan, dan berbagai destinasi wisata. Di balik perkembangan wilayahnya, terdapat sejumlah bangunan tua yang menyimpan jejak panjang perjalanan pemerintahan dan sejarah Malang.

Salah satunya berada di kompleks Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jalan KH Agus Salim, Kota Malang. Di belakang pendapa berdiri sebuah bangunan yang dikenal sebagai Peringgitan atau Rumah Dinas Bupati Malang. Bangunan tersebut menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang masih bertahan hingga sekarang.

Secara arsitektur, bangunan ini memiliki perpaduan karakter kolonial dan tradisi Jawa. Luas bangunannya diperkirakan mencapai sekitar 500 meter persegi. Dahulu, bangunan tersebut digunakan sebagai kediaman para Bupati Malang selama menjalankan tugas pemerintahan.

BACA JUGA:Apa Itu Grafolinguistik? Cabang Ilmu Bahasa yang Mengkaji Tulisan, Aksara, dan Ejaan

Menariknya, usia bangunan ini diperkirakan jauh lebih tua dibandingkan sejumlah bangunan kolonial lain yang ada di Kota Malang.

Sejarawan Dwi Cahyono pernah menyebut kawasan Pendapa Agung dan rumah dinas tersebut telah ada sejak awal 1800-an. Bahkan, disebut berkaitan dengan era Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Keberadaannya kemudian menjadi bagian penting dari perkembangan pemerintahan Kabupaten Malang sebelum pusat pemerintahan Kabupaten Malang akhirnya berpindah ke Kepanjen.

BACA JUGA:Pustakawan UM: Era AI Justru Membuat Profesi Pustakawan Semakin Penting

Jejak Bupati Pertama

Sejumlah catatan sejarah menyebut bangunan tersebut diyakini sudah berdiri ketika Raden Tumenggung Notohadiningrat I menjabat sebagai Bupati Malang pertama pada 1819–1839.

Namun, hingga kini belum ditemukan dokumen yang secara pasti mencatat tahun pembangunan rumah dinas tersebut. Karena itu, informasi mengenai usia bangunan lebih tepat disebut sebagai perkiraan berdasarkan kajian sejarah dan karakter bangunannya.

Hal tersebut juga menjadikan kompleks Pendapa Agung dan Peringgitan memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Kabupaten Malang.

Bangunan yang kini berada di tengah kawasan perkotaan itu pada masa lalu menjadi bagian dari pusat pemerintahan Malang. Ketika Kota Malang berkembang, kawasan sekitar alun-alun kemudian mengalami penataan pada era kolonial. Sejumlah bangunan pemerintahan ditempatkan di sekitar kawasan tersebut sebagai bagian dari struktur administrasi kolonial.

BACA JUGA:Mengenal Udeng Malangan, Warisan Budaya Arema yang Tetap Bertahan di Era Modern

Ada Kamar yang Dikaitkan dengan Pusaka

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian dari Rumah Dinas Bupati Malang adalah sebuah kamar yang selama bertahun-tahun dikaitkan dengan keberadaan pusaka dan tradisi masa lalu.


Ornamen meja dan lemari dengan kesan 'vintage'--

Sumber: dirangkum dari berbagai sumber