Pustakawan UM: Era AI Justru Membuat Profesi Pustakawan Semakin Penting
Pustakawan Universitas Negeri Malang (UM) Teguh Yudi Cahyono, S.I.Pust., M.M., sebagai kurator informasi. --
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID--Kemajuan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) tidak membuat profesi pustakawan kehilangan relevansinya. Sebaliknya, derasnya arus informasi justru meningkatkan kebutuhan terhadap pustakawan sebagai penjaga kualitas dan kredibilitas informasi.
Pustakawan Universitas Negeri Malang (UM) Teguh Yudi Cahyono SI Pust MM.l mengatakan perubahan teknologi telah menggeser peran pustakawan. Jika sebelumnya pustakawan identik dengan pengelolaan koleksi dan layanan peminjaman buku, kini perannya berkembang menjadi pengelola, kurator, sekaligus pendamping dalam pemanfaatan informasi.
Menurut Teguh, persoalan utama di era digital bukan lagi keterbatasan informasi, melainkan sulitnya memilah informasi yang benar di tengah jumlah konten yang terus bertambah.
“Di era ketika siapa pun dapat memproduksi informasi, tantangan terbesar bukan lagi kekurangan sumber bacaan, melainkan banjir informasi yang sulit dibedakan antara fakta, opini, dan disinformasi,” tegas Teguh, Sabtu (8/8).
Mesin pencari dan aplikasi berbasis AI memang mampu memberikan informasi dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut tidak otomatis menjamin akurasi, kredibilitas, maupun relevansi informasi yang diperoleh.
Kondisi tersebut membuat pustakawan memiliki peran strategis sebagai kurator informasi. Di lingkungan perguruan tinggi, peran itu semakin penting karena mahasiswa, dosen, dan peneliti membutuhkan sumber ilmiah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pustakawan tidak hanya membantu penelusuran literatur, tetapi juga mendampingi pengelolaan referensi, pemahaman etika akademik, hingga membantu pengguna mengenali jurnal predator.
“Pustakawan bekerja di balik layar, tetapi dampaknya sangat nyata terhadap mutu pendidikan dan penelitian,” ujar Teguh, dalam rilis yang dibagikan tim Humas UM, Sabtu (8/8).
BACA JUGA:37 Tim Pelajar Berebut Gelar AXIS Nation Cup 2026 di Malang, Pemkot Dorong Pembinaan Atlet
Kehadiran AI memunculkan kekhawatiran bahwa teknologi tersebut akan menggantikan sejumlah profesi, termasuk pustakawan. Namun, Teguh menilai anggapan tersebut terlalu sederhana.
Menurutnya, AI memang dapat mempercepat proses pencarian dan pengolahan informasi. Namun, kemampuan teknologi tersebut tetap perlu diimbangi dengan penilaian manusia, terutama dalam menilai konteks, kredibilitas, serta aspek etika penggunaan informasi.
“AI memang mampu mempercepat pencarian informasi, tetapi belum mampu menggantikan penilaian kritis, pertimbangan etis, maupun kemampuan memahami konteks akademik secara utuh,” katanya.
Sumber:


