81 tahun RI Disway

Pemadaman Karhutla Bromo Terkendala Medan, BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing

Pemadaman Karhutla Bromo Terkendala Medan, BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing

Kebakaran hutan bromo (dok. TNBTS)--

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) hingga Rabu (5/8) masih terus berlangsung. Tim gabungan menghadapi kendala berupa medan lereng kaldera yang curam dan sulit dijangkau sehingga api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. 

Untuk mempercepat penanganan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan dua helikopter water bombing guna membantu pemadaman dari udara. Langkah tersebut diambil setelah upaya melalui jalur darat dinilai belum optimal akibat titik api berada di lokasi yang sulit diakses petugas. 

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan personel gabungan sebenarnya telah melakukan pemadaman sejak kebakaran terjadi. Namun, kondisi topografi yang terjal membuat sebagian titik api tidak dapat dijangkau secara langsung.

“Satgas darat sudah berupaya memadamkan api. Namun medannya sulit dan titik kebakaran tidak bisa dijangkau personel, sehingga diperlukan bantuan helikopter water bombing,” ujarnya. 
BACA JUGA:Cuaca Malang Raya Hari Ini Didominasi Cerah Berawan, Bediding Masih Bertahan 

BNPB menyiapkan dua helikopter pada tahap awal dan akan melakukan evaluasi di lapangan untuk menentukan apakah diperlukan penambahan armada udara sesuai perkembangan kondisi kebakaran. 

Sementara itu, Balai Besar TNBTS bersama tim gabungan yang terdiri dari petugas taman nasional, BPBD, TNI, relawan, pemandu wisata, hingga masyarakat sekitar terus melakukan upaya pengendalian api dari darat. Medan lereng Kaldera Tengger yang curam menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. 

Sebagai langkah pengamanan, pengelola TNBTS masih menutup tiga akses wisata menuju Gunung Bromo melalui pintu Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang hingga waktu yang belum ditentukan. Wisatawan masih diperbolehkan masuk melalui jalur Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo, dan Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, dengan pembatasan kunjungan hanya sampai kawasan Lautan Pasir. 

Pihak TNBTS mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pelaku jasa wisata untuk mematuhi seluruh pembatasan yang diberlakukan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama proses penanganan masih berlangsung. 

Sumber: