81 tahun RI Disway

Grup Djarum dan Mirwan Suwarso Sulap Como 1907 Jadi Klub dengan Model Bisnis Ala Disney

Grup Djarum dan Mirwan Suwarso Sulap Como 1907 Jadi Klub dengan Model Bisnis Ala Disney

Di bawah kepemilikan keluarga Hartono melalui Grup Djarum, Como 1907 tengah membangun sebuah proyek ambisius yang menggabungkan sepak bola, pariwisata, gaya hidup, hingga bisnis global.-Tangkapan LayarInstagram@comofootball---

JAKARTA, DISWAYMALANG.IDMirwan Suwarso mengungkap visi besar di balik transformasi Como 1907 yang kini dimiliki keluarga Hartono melalui Grup Djarum. Klub asal Italia tersebut tidak hanya dibangun untuk bersaing di Serie A maupun Liga Champions, tetapi juga diarahkan menjadi destinasi wisata olahraga premium yang memadukan sepak bola, pariwisata, gaya hidup, dan bisnis dalam satu ekosistem.

Konsep yang diusung Mirwan Suwarso bahkan disebut menyerupai model bisnis Disney, di mana pertandingan sepak bola menjadi daya tarik utama yang kemudian menggerakkan berbagai sektor usaha lain, mulai perhotelan, restoran, fesyen, merchandise, hingga industri pariwisata.

Strategi tersebut menjadi pembeda Como 1907 dibanding mayoritas klub sepak bola Eropa yang masih bergantung pada hak siar televisi dan pendapatan pertandingan.

Mirwan Suwarso Sebut Sepak Bola Hanya Pintu Masuk

Dalam wawancara yang dikutip BBC Sport, Mirwan Suwarso menjelaskan sepak bola hanyalah pintu masuk untuk membangun ekosistem bisnis yang jauh lebih luas.

Menurutnya, Como ingin menciptakan pengalaman layaknya Disney, di mana satu atraksi utama mampu menghidupkan berbagai sektor ekonomi sekaligus.

Dengan konsep tersebut, setiap wisatawan yang datang ke Danau Como diharapkan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga menyaksikan pertandingan Como 1907, membeli merchandise resmi, mengunjungi restoran, hingga menikmati berbagai layanan yang terhubung dengan klub.

Danau Como Jadi Modal Terbesar

Keunggulan Como 1907 bukan hanya berasal dari kualitas tim maupun stadion, tetapi juga lokasi klub yang berada di kawasan Danau Como, salah satu destinasi wisata paling terkenal di Italia.

Setiap tahun sekitar lima juta wisatawan datang ke kawasan tersebut untuk menikmati panorama alam, hotel mewah, restoran, hingga vila-vila eksklusif yang menjadi favorit para selebritas dunia.

Melihat potensi tersebut, manajemen Como menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan bisnis klub.

Selain mengembangkan industri perhotelan, Como juga memperluas lini usaha ke sektor fesyen, retail, lisensi produk, hingga berbagai kolaborasi komersial yang mengangkat identitas Lake Como Lifestyle.

Transformasi Dimulai Sejak Diakuisisi Grup Djarum

Perjalanan besar Como dimulai setelah Grup Djarum mengakuisisi klub pada 2019.

Saat itu Como masih berkompetisi di Serie D setelah mengalami tiga kali kebangkrutan dalam kurun dua dekade.

Melalui investasi jangka panjang, tata kelola profesional, dan penguatan organisasi, Como berhasil bangkit hingga promosi ke Serie A serta kini mampu bersaing di kompetisi Eropa.

Transformasi tersebut juga didukung kehadiran Cesc Fabregas yang membawa filosofi sepak bola modern melalui permainan berbasis penguasaan bola, pressing tinggi, serta tempo cepat.

Stadion Akan Jadi Pusat Aktivitas Sepanjang Tahun

Mirwan Suwarso juga menyiapkan renovasi Stadion Giuseppe Sinigaglia yang berada di tepi Danau Como.

Sumber: disway.id

Berita Terkait