Tio, Perajin Kostum Karnaval 3D Kota Batu Kebanjiran Pesanan Jelang HUT RI, Libatkan Warga Desa
Tyo dan rekannya sedang membuat asessoris karnaval dengan tema heqan bawah laut-panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID – Tio (45), perajin kostum karnaval 3D asal Dusun Krajan RW 05 Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, tengah kebanjiran pesanan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bersama timnya, ia menjadi salah satu sosok di balik kemeriahan berbagai pawai budaya, peringatan hari besar nasional, hingga Hari Jadi Kota Batu.
Selama sekitar tujuh tahun terakhir, Tio konsisten mengembangkan usaha pembuatan kostum karnaval tiga dimensi yang kini semakin diminati. Karya-karyanya digunakan oleh sekolah, instansi, hingga berbagai komunitas yang menggelar parade budaya.
Tio Tinggalkan Limbah, Beralih ke EVA Foam
Pada awal merintis usaha, Tio memanfaatkan limbah dan barang bekas sebagai bahan baku utama pembuatan kostum. Namun, seiring meningkatnya permintaan dan perkembangan teknik produksi, ia memilih menggunakan spon ati atau EVA foam yang lebih ringan dan mudah dibentuk.
Menurut Tio, penggunaan material tersebut membuat proses produksi menjadi lebih cepat tanpa mengurangi kualitas maupun nilai artistik kostum.
"Dulu bahan bakunya kita cari limbah di sekitar pemukiman. Karena permintaan saat ini sudah beda, kita ikuti perkembangan zaman, pakai spon ati yang lebih ringan dan prosesnya jauh lebih cepat," ujar Tio saat ditemui di bengkel kerjanya, Rabu (5/8).

-panca rp-
Tio Kebut Produksi 135 Kostum dalam Dua Pekan
Menjelang musim karnaval, Tio bersama timnya sedang menyelesaikan pesanan sebanyak 135 unit kostum dan atribut karnaval 3D untuk anak-anak taman kanak-kanak.
Tema yang diangkat kali ini adalah keindahan biota bawah laut dan aneka kuliner. Berbagai karakter seperti hiu, bintang laut, kepiting, hingga ornamen makanan dibuat dengan detail agar menarik saat dikenakan peserta pawai.
Seluruh pesanan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua minggu.
BACA JUGA:Tong Tong Night Market 2026 Capai Puncak, Hari Terakhir Dipenuhi Hiburan, Kuliner, dan Doorprize
Tio Libatkan Pemuda dan Warga Sekitar
Proses produksi dikerjakan oleh empat tenaga utama yang menguasai seluruh tahapan, mulai desain, pembuatan pola, pemotongan bahan, hingga finishing.
Saat pesanan meningkat, Tio tidak ragu mengajak pemuda karang taruna dan warga sekitar untuk membantu proses produksi.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mempercepat penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat Desa Giripurno.
Tetap Bertahan Meski Bisnis Bersifat Musiman
Tio mengakui usaha pembuatan kostum karnaval merupakan bisnis musiman. Produksi biasanya ramai menjelang HUT RI, hari jadi daerah, maupun berbagai festival budaya.
Ketika tidak ada pesanan, Tio tetap menjalankan pekerjaan utamanya di sektor agrowisata petik apel yang menjadi salah satu andalan pariwisata Kota Batu.
Sumber:


