81 tahun RI Disway

PP PBSI Buka Suara, Minta Publik Tak Berspekulasi soal Dugaan Pelanggaran Integritas

PP PBSI Buka Suara, Minta Publik Tak Berspekulasi soal Dugaan Pelanggaran Integritas

BWF Kejuaraan Dunia 2026 diwarnai pernyataan resmi PP PBSI yang meminta publik tidak berspekulasi terkait proses dugaan pelanggaran integritas.-Ig badminton.ina-Ig badminton.ina

MALANG, DISWAYMALANG.IDBWF Kejuaraan Dunia 2026 menjadi perhatian setelah PP PBSI mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyesuaian komposisi wakil Indonesia di sektor ganda campuran. Dalam keterangannya, PBSI juga meminta masyarakat dan media tidak membangun spekulasi mengenai proses dugaan pelanggaran integritas yang saat ini sedang ditangani Badminton World Federation (BWF).

Pernyataan resmi tersebut dirilis menyusul keputusan PP PBSI melakukan perubahan susunan wakil Indonesia pada BWF Kejuaraan Dunia 2026. Dua pasangan ganda campuran dipastikan tidak masuk dalam daftar peserta setelah adanya penyesuaian yang dilakukan organisasi.

Dalam tiga paragraf pertama pernyataannya, PP PBSI menegaskan bahwa penyesuaian komposisi tim Indonesia di BWF Kejuaraan Dunia 2026 merupakan bagian dari langkah administratif agar seluruh proses keikutsertaan atlet tetap sesuai dengan regulasi internasional yang berlaku.

Dua pasangan ganda campuran batal tampil

PP PBSI memastikan pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Menurut PBSI, keputusan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian komposisi wakil Indonesia, bukan sekadar pergantian peserta biasa. Organisasi menegaskan seluruh langkah dilakukan berdasarkan mekanisme administrasi yang berlaku dalam kejuaraan internasional.

Meski mengumumkan perubahan daftar pemain, PBSI tidak menjelaskan secara rinci alasan teknis yang menyebabkan kedua pasangan tersebut batal berangkat ke kejuaraan dunia.

BWF masih menjalankan proses independen

Dalam pernyataan yang sama, PP PBSI mengungkapkan bahwa BWF saat ini sedang melaksanakan judicial proceedings atau proses peradilan independen terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.

PBSI menegaskan menghormati sepenuhnya mekanisme yang dijalankan federasi bulu tangkis dunia tersebut. Organisasi juga menyatakan mendukung proses independen sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas dan integritas olahraga bulu tangkis.

Namun demikian, PBSI tidak mengungkap identitas atlet yang sedang menjalani proses tersebut maupun bentuk dugaan pelanggaran yang sedang diperiksa. Hingga kini, proses tersebut masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan akhir.

Imbauan agar tidak membangun opini

PP PBSI secara khusus mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses yang sedang berjalan. Organisasi meminta media, penggemar bulu tangkis, serta masyarakat tidak mengaitkan proses tersebut dengan atlet tertentu sebelum ada keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF.

Sikap tersebut diambil agar proses hukum berjalan secara independen sesuai ketentuan yang berlaku. PBSI juga menegaskan tidak akan memberikan komentar tambahan mengenai substansi perkara selama proses pemeriksaan masih berlangsung.

Dengan demikian, setiap informasi mengenai dugaan pelanggaran integritas yang beredar di luar pernyataan resmi belum dapat dijadikan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.

Komitmen PBSI terhadap tata kelola organisasi

Di bagian akhir pernyataannya, PP PBSI menegaskan akan terus berkoordinasi dengan BWF dalam setiap tahapan yang diperlukan.

Selain memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional, PBSI juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip tata kelola organisasi yang baik, perlindungan hak-hak atlet, serta integritas olahraga bulu tangkis Indonesia.

Sumber: ig badminton ina