81 tahun RI Disway

Gus Baha: Islam Tidak Bergantung pada Satu Tokoh, Allah yang Menjaganya

Gus Baha: Islam Tidak Bergantung pada Satu Tokoh, Allah yang Menjaganya

Ilustrasi Gus Baha dalam sebuah pengajian di Korea Selatan. -Youtube PP Dzikrul Ghofilin Al-Hasyimiyyah.--

KOREA SELATAN, DISWAYMALANG.ID–Masih melanjutkan ceramah KH Ahmad Bahauddin Nurslim di Korea Selatan, penceramah kondang yang akrab disapa Gus Baha itu mengajak umat Islam agar tidak pesimistis terhadap masa depan agama Islam. Menurut KH Ahmad Bahauddin Nursalim, Islam tidak bergantung kepada satu tokoh, kelompok, maupun organisasi tertentu karena Allah SWT sendiri yang menjaga agama-Nya.

Dalam ceramahnya, Gus Baha menegaskan bahwa setiap Muslim memang memiliki kewajiban berdakwah dan berbuat baik. Namun, umat tidak boleh merasa dirinya sebagai penyelamat agama, sebab keberlangsungan Islam sepenuhnya berada dalam kehendak Allah.

Islam Tetap Berjalan Meski Tokoh Berganti

Gus Baha mengingatkan bahwa Rasulullah SAW telah wafat lebih dari 14 abad lalu, tetapi ajaran Islam tetap berkembang hingga sekarang.

Setelah Rasulullah, estafet kepemimpinan diteruskan oleh para sahabat, tabiin, ulama, hingga generasi setelahnya. Pergantian generasi tersebut tidak menghentikan penyebaran Islam.

Menurutnya, hal itu menjadi bukti bahwa agama ini dipelihara langsung oleh Allah SWT.

Kisah Umar bin Khattab

Dalam ceramahnya, Gus Baha juga mengisahkan sikap Sayyidina Umar bin Khattab ketika diminta memikirkan masa depan Islam setelah dirinya.

Menurutnya, Umar tidak pernah menganggap dirinya sebagai penentu kelangsungan agama. Ia meyakini Allah tidak akan menyia-nyiakan agama yang telah diturunkan-Nya.

Keyakinan itulah yang membuat para sahabat tetap optimistis meskipun menghadapi berbagai tantangan pada zamannya.

Hidayah Datang Melalui Berbagai Jalan

Gus Baha menjelaskan bahwa Allah memiliki banyak cara untuk menyebarkan hidayah.

Ia mencontohkan sejarah masuknya Islam ke Nusantara yang banyak dikaitkan dengan aktivitas para pedagang Muslim. Mereka datang untuk berdagang, tetapi pada saat yang sama turut mengenalkan ajaran Islam kepada masyarakat.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa dakwah tidak selalu dilakukan melalui mimbar atau majelis ilmu, melainkan juga dapat hadir melalui akhlak, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari.

Jangan Meremehkan Amal Kecil

Gus Baha juga mengingatkan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan seorang Muslim dapat menjadi sebab tersebarnya nilai-nilai Islam.

Karena itu, umat diminta tidak meremehkan amal sederhana, seperti menjaga kejujuran saat bekerja, menolong sesama, maupun menunjukkan akhlak yang baik di tengah masyarakat.

Ia menilai perilaku yang mencerminkan ajaran Islam sering kali lebih mudah menyentuh hati orang lain dibandingkan sekadar nasihat.

Optimistis terhadap Masa Depan Islam

Menutup pembahasannya, Gus Baha mengajak umat Islam selalu optimistis terhadap masa depan agama.

Sumber: youtube

Berita Terkait