1 tahun disway

Angkat Potensi Desa di Peringatan Agustusan, Disparta Batu: Biar Lebih Elegan dan Punya Nilai Jual

Angkat Potensi Desa di Peringatan Agustusan, Disparta Batu: Biar Lebih Elegan dan Punya Nilai Jual

Kesenian Bantengan salah satu potensi daerah Kota Batu -Sholeh/Diswaymalang -

BATU, DISWAYMALANG.ID-Bulan Agustus selalu identik dengan semarak kemerdekaan. Di Kota Batu, salah satu tradisi yang paling dinanti adalah pawai budaya. Ribuan warga tumpah ruah di jalanan mengenakan kostum adat, membawa hasil bumi, hingga menampilkan kesenian khas daerah masing-masing.

Kepala Dinas Pariwisata Disparta Kota Batu Onny Ardianto menyebut momentum HUT ke-81 RI ini adalah waktu yang tepat untuk mengangkat kekayaan budaya dan potensi lokal. Menurutnya pawai budaya akan terasa lebih hidup dan punya nilai jual jika setiap peserta menampilkan ciri khas wilayahnya.

"Pawai yang menampilkan kekhasan dari masing-masing wilayah. Seperti desa yang memiliki potensi khas di batik, di seni tari atau tempe dan lain-lainnya itu mungkin akan lebih elegan atau lebih bagus lagi ketika bisa diangkat di dalam momentum pawai budaya," ujarnya, Senin (3/8/2026).

BACA JUGA:BISTF 2027 akan Tetap Digelar, Event Paralayang Internasional Jadi Agenda Tahunan

Ia mencontohkan, desa penghasil batik bisa menampilkan prosesi membatik di atas kendaraan hias. Desa sentra tempe bisa membuat replika besar produk unggulannya. Sementara desa dengan kesenian tari bisa menampilkan kolosal di sepanjang rute pawai.

"Jadi bukan sekadar jalan rame-rame. Tapi ada pesan, ada identitas yang dibawa. Itu yang bikin pawai budaya jadi punya daya tarik untuk wisatawan juga," jelasnya.

Antusiasme masyarakat menggelar pawai di bulan Agustus memang tinggi. Karena itu, Disparta mengimbau agar setiap kegiatan tetap berkoordinasi dengan instansi terkait agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan keamanan.

BACA JUGA:Perumahan di Kota Batu Kini Wajib Sediakan Lahan Makam, Pengembang Harus Sisihkan 2 Persen Lahan

"Kalau edaran seperti itu mungkin dari kami akan berkoordinasi lagi terutama terkait penggunaan jalannya juga, mungkin dengan Dishub, kemudian dengan Satpol PP dan terutama juga dengan kepolisian," kata Onny.

Soal perizinan, Onny menjelaskan bahwa porsi izin paling banyak ada di Dinas Perhubungan karena menyangkut penggunaan jalan. Sementara Disparta fokus pada aspek budaya.

"Kalau di kami, izin lebih banyak yang di mana dari pengguna jalan di Dinas Perhubungan, kemudian di Satpol PP. Di kami itu hanya memberikan sebatas kegiatan itu memang lebih diutamakan untuk pelestarian kebudayaan, maka itu perlu kita rekomendasi," jelasnya.

Onny menguraikan, pawai Agustus bukan hanya seremonial. Ini adalah ruang bagi masyarakat untuk bangga dengan identitasnya sekaligus mengenalkan produk lokal kepada khalayak luas.

BACA JUGA:Bantengan Nuswantara Trance Festival 2026 Sedot Ribuan Penonton, Seniman Mancanegara Ramaikan Kota Batu

Sumber:

Berita Terkait